oleh

Perkembangan Sektor Migas di Provinsi Kepri, Capaian 2023 dan Proyeksi 2024

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Kunjungan kerja awal tahun oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, bersama jajaran pimpinan KKKS Wilayah Riau, telah menyampaikan update capaian kinerja tahun 2023 dan target di tahun 2024 kepada pemangku kepentingan di Provinsi Kepulauan Riau. Pertemuan ini disambut hangat oleh Gubernur Ansar Ahmad di Gedung Daerah Kota Tanjung Pinang, Senin 19/2/024.

Pada tahun 2023, capaian kinerja lifting mencapai 12,720 BOPD atau 111% dari target APBN, dengan total salur gas mencapai 90 milyar British Termal Unit (BBTU). Sedangkan untuk tahun 2024, target lifting diharapkan dapat mencapai 17,491 BOPD dan 229 MMSCFD gas. Capaian ini sangat signifikan, karena berkontribusi sekitar 7% terhadap pencapaian nasional.

Dalam hal pengeboran di laut offshore, terdapat capaian yang mengesankan. Medco EP Natuna berhasil melakukan pengeboran sebanyak 8 sumur, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 160%.

Selain itu, proyek onstream seperti optimalisasi pengembangan lapangan gas Bronang dan Gajah Baru Further Compression Project (GBFCP) telah berjalan dengan baik, dengan nilai investasi mencapai US$ 97 Juta.

Proyek-proyek yang direncanakan untuk tahun 2024 juga menjanjikan, dengan tambahan 6 sumur eksploitasi dan proyek-proyek lainnya yang diharapkan akan meningkatkan produksi gas.

Rikky juga menekankan pentingnya peran Provinsi Kepulauan Riau dalam skenario pembangunan nasional, khususnya dalam memanfaatkan yard di area sekitar Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.

Dia juga mengumumkan rencana pelaksanaan Supply Chain Management Summit tingkat regional yang akan diselenggarakan di Kota Batam pada bulan Juli.

Selain fokus pada aspek teknis dan bisnis, SKK Migas juga aktif dalam program pengembangan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau. Ini termasuk pembangunan infrastruktur taman, pembangunan tribun stadion, dan program pemasangan jaringan listrik di wilayah terluar.

Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan migas seperti Medco, Harbour Energy, dan Star Energy.

Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi capaian yang telah disampaikan oleh SKK Migas dan KKKS Wilayah Kepulauan Riau, serta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mendukung kelancaran operasional hulu migas di wilayah tersebut.

Dia juga menyampaikan aspirasi untuk lebih mengintensifkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan migas, terutama yang berfokus pada pendidikan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya 12 KKKS yang beroperasi di perbatasan negara di laut Anambas dan laut Natuna, termasuk KKKS baru seperti Blue Sky Paus, Medco Energy Beluga, dan Pertamina East Natuna, menunjukkan potensi besar bagi perkembangan sektor migas di Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah daerah, perusahaan migas, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan capaian yang lebih besar dan berkelanjutan dapat tercapai di masa depan.**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed