Tanjungpinang, Anambasbews.com – Penerimaan laporan keberadaan Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (PW Forum TBM) Kepulauan Riau oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan kebijakan literasi daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui surat resmi tertanggal 12 Desember 2025, Kesbangpol Kepri menyatakan telah menerima penyampaian laporan keberadaan PW Forum TBM Kepulauan Riau, langkah ini menandai terbukanya ruang komunikasi formal antara pemerintah daerah dan gerakan literasi masyarakat.
Ketua PW Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, menilai momentum ini harus dibaca lebih luas sebagai peluang konsolidasi kebijakan, bukan sekadar pemenuhan prosedur. “Administrasi adalah pintu masuk, bukan tujuan akhir. Tantangan literasi Kepulauan Riau terlalu besar jika hanya dijawab dengan pendekatan birokratis,” ujar Harken.
Ia menekankan bahwa wilayah kepulauan memiliki karakter khusus: jarak antar pulau, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang membutuhkan pendekatan kebijakan non-konvensional. “Forum TBM bekerja di ruang yang tidak selalu terjangkau program formal. Karena itu, kami mendorong negara memandang komunitas literasi sebagai mitra perumusan kebijakan, bukan sekadar entitas yang dicatat keberadaannya,” tegasnya.
Menurut Harken, penguatan literasi seharusnya ditempatkan sebagai agenda lintas sektor melibatkan pendidikan, kebudayaan, sosial, hingga pembangunan desa dengan komunitas sebagai pelaksana kunci di lapangan.“Jika pemerintah ingin kebijakan literasi berdampak, maka ia harus berbasis praktik. Dan praktik itu hidup di TBM-TBM yang selama ini bekerja dengan sumber daya terbatas,” tambahnya.
PW Forum TBM Kepulauan Riau, lanjut Harken, siap berkontribusi lebih jauh melalui penyusunan rekomendasi kebijakan, pemetaan TBM aktif, serta pendampingan program literasi berbasis komunitas. “Kami tidak berdiri di luar sistem. Kami ingin berada di dalam proses pengambilan kebijakan, memastikan literasi menjadi investasi pembangunan manusia, bukan sekadar jargon,” katanya.
Sambil terus melengkapi aspek administratif sesuai ketentuan yang berlaku, PW Forum TBM Kepulauan Riau menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan gerakan literasi di tingkat akar rumput. “Literasi adalah fondasi masa depan daerah. Ketika negara dan masyarakat sipil berjalan seiring, Kepulauan Riau akan melangkah lebih jauh,” tutup Harken.(*Dani)













