ANAMBASNEWS.COM – Kehadiran pedagang asal Pontianak, Kalimantan Barat, selalu dinantikan oleh warga Tarempa. Hal ini disebabkan harga barang yang mereka jual jauh lebih murah dibandingkan distributor lokal.
Pantauan Anambasnews.com, di Pelabuhan Tarempa pada Kamis, 26 Desember 2024 menunjukkan antusiasme warga sebelum KM Sabuk Nusantara 36, kapal yang mengangkut para pedagang, tiba.
Pelabuhan sudah dipadati pembeli yang ingin mendapatkan sembako murah dari Pontianak.
Kapal yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan itu dikenal masyarakat sebagai “kapal sembako,” meski fungsinya utama untuk mengangkut penumpang.
Mayoritas pedagang asal Pontianak menggunakan kapal perintis ini untuk menjajakan barang ke pulau-pulau.
Kartika, salah seorang warga Tarempa Selatan, memanfaatkan barang dagangan pedagang Pontianak untuk diolah dan dijual kembali di warungnya.
“Harga mereka lebih murah dibandingkan barang dari Tanjungpinang. Biasanya saya beli cabe, bawang, dan buah,” ujarnya.
Kartika menjelaskan kapal ini tiba setiap 10 hari sekali, sehingga dalam sebulan dia bisa berbelanja hingga tiga kali. “Dagangan cepat habis, jadi 10 hari menunggu rasanya tidak lama,” tambahnya.
Arif, salah satu pedagang asal Pontianak, telah menekuni profesi ini selama 15 tahun.
Ia menjual barang dagangannya, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan cabe rawit, dengan harga Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.
“Barangnya langsung saya ambil dari petani di Kalimantan Barat. Modalnya tidak besar karena pakai sistem bagi hasil dengan petani,” jelasnya.
Dalam sekali pelayaran, Arif membawa hingga 100 karung bawang dan cabe dengan berat total 700 kg.
Selain sembako, Arif juga menjual buah-buahan seperti buah naga, jeruk, dan semangka, masing-masing seharga Rp 40.000 per kilogram. Dalam satu trip, ia membawa enam keranjang buah dengan berat total 360 kg.
Dari usaha ini, Arif telah berhasil menyekolahkan anaknya hingga lulus Sarjana Pertanian di Universitas Palangkaraya. “Kalau kita tekun, rezeki ada saja. Anak saya tiga, yang sulung baru lulus kuliah,” katanya.
Adapun rute KM Sabuk Nusantara 36 mencakup Pontianak, Serasan, Subi, Penagi, Midai, Tarempa, Letung, Tanjungpinang, hingga Tambelan (PP).
Keberadaan kapal ini tidak hanya mempermudah akses antar pulau, tetapi juga menjadi sarana vital bagi distribusi barang kebutuhan pokok.(Burhan)













