Anambas

Pawai Takbir Anambas Meriah dengan Kehadiran Wisman Denmark

29
×

Pawai Takbir Anambas Meriah dengan Kehadiran Wisman Denmark

Sebarkan artikel ini
Wisman Denmark mengikuti Pawai Takbir idul Fitri 1447 H di Kabupaten Kepulauan Anambas, (Foto: Julianto/Anambasnews.com)

Anambasnews.com – Belasan wisatawan mancanegara (wisman) asal Denmark turut meramaikan pawai takbir yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas, Jumat, 20/3/2026 malam. Kehadiran mereka menjadi sorotan unik dalam tradisi tahunan menyambut Idulfitri tersebut.

Para wisman tersebut bergabung dalam rombongan Masjid Jami’ Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan. Tidak hanya menyaksikan, mereka turut masuk dalam barisan, berjalan bersama peserta lain sepanjang rute, bahkan memegang obor yang telah dinyalakan sama seperti warga lokal.

Keterlibatan langsung wisatawan asing dalam kegiatan keagamaan ini mengejutkan masyarakat yang memadati jalannya pawai, mengingat hal tersebut jarang terjadi di daerah tersebut.

“Saya kaget melihat orang luar negeri ikut pawai takbir, apalagi sampai pegang obor. Ini baru pertama kali saya lihat,” ujar Yuzrial, salah seorang warga. Meski terkejut, Yuzrial mengaku bangga karena budaya lokal Anambas mendapat perhatian internasional. “Mereka terlihat antusias dan ingin belajar budaya kita. Ini tentu membanggakan bagi kami masyarakat Anambas,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut positif kehadiran para wisman ini. Ia menilai hal tersebut sebagai sinyal kuat bahwa budaya lokal mampu menarik minat wisatawan asing.

“Kehadiran wisman ini menunjukkan bahwa tradisi dan budaya kita memiliki daya tarik internasional. Ini harus kita jaga dan kembangkan bersama,” kata Aneng.

Menurutnya, momentum ini menjadi peluang emas untuk mempromosikan Anambas bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga wisata budaya.

“Keterlibatan langsung wisatawan dalam tradisi lokal menjadi nilai lebih. Kita ingin Anambas dikenal dunia tidak hanya karena alamnya, tetapi juga budaya dan tradisinya,” ujarnya.(*Julianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *