oleh

Menkeu Siapkan Bansos Antisipasi Badai PHK

ANAMBASNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menyiapkan bantalan berupa bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat untuk mengantisipasi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

Menurutnya, bansos yang disiapkan akan menyesuaikan kondisi yang tengah dihadapi. Seperti pada saat kenaikan harga minyak goreng dulu, diberikan BLT minyak goreng.

Lalu pada saat ada covid-19 dan banyak pekerja yang dirumahkan, pemerintah memberikan bantuan subsidi upah (BSU) kepada buruh yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

“Jadi kita akan lihat berapa banyak space yang bisa diakselerasi dalam pemberian bansos (dari APBN),” ujarnya dalam konferensi pers KSSK, Kamis, 3 November 2022 yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Bendahara negara ini mengatakan pemerintah akan terus melindungi masyarakat dalam menghadapi berbagai tekanan global. Tak hanya masyarakat, pelaku usaha juga dilindungi.

Misalnya, pada saat pandemi covid-19, pemerintah memiliki program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan salah satunya adalah insentif bagi pelaku usaha.

“Tahun depan kita bersama dengan DPR sudah menetapkan UU APBN 2023. Di situ kita melihat bahwa masih banyak langkah-langkah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional kita, baik dari sisi total ekspansi dari APBN maupun dari berbagai program-program spesifik,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit menyebut perusahaan garmen (tekstil) dan sepatu (alas kaki) terpaksa menempuh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pasalnya, order atau pesanan berkurang. Bahkan, ada pembeli yang membatalkan pesanan, meski produksi sudah dilakukan.

“Sudah produksi disuruh hold. Sehingga, PHK mulai terjadi sejak saat ini dan diperkirakan hingga 2023 mendatang,” ujarnya, Rabu, 26 Oktober 2022.

Ia merinci pesanan di industri sepatu mencapai 50 persen, sedangkan industri tekstil sekitar 30 persen. “Jadi, ada yang lebih banyak, ada juga yang sedikit. Rata-rata segitu ya,” imbuh Anton.

Saat ini, ia melanjutkan sejumlah perusahaan yang mengalami problem order berkurang atau kena pembatalan sedang melakukan antisipasi.

“Itu (PHK) tergantung perusahaan. Tidak semua. Ada yang melakukan antisipasi seperti PHK. Ada yang sedang merencanakan dan seterusnya,” kata Anton.

Editor: Nato

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed