KepriTanjungpinang

Kepala BP2D Kepri: Perlu Kejelasan Nasib Nelayan di Perbatasan

38
×

Kepala BP2D Kepri: Perlu Kejelasan Nasib Nelayan di Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Kepala BP2D Provinsi Kepri, Doli Boniara, menghadiri pertemuan 38 Tim Teknis Kerja Sama Sosek Malindo di Miri, Sarawak, Rabu, 5/11/2025. (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Delegasi Indonesia mengangkat isu penangkapan nelayan asal Kepulauan Riau oleh aparat maritim Malaysia (APM) dalam Pertemuan ke-38 Tim Teknis Kerja Sama Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) di Miri, Sarawak, yang berlangsung dari 3 hingga 6 November 2025.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, menyatakan bahwa isu ini telah menjadi salah satu poin kesepakatan yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat nasional Sosek Malindo.

Menurut Doli, langkah ini adalah wujud upaya konkret pemerintah Indonesia, khususnya Pemprov Kepri, dalam mencari solusi atas masalah penangkapan nelayan dari wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas yang kerap terjadi saat mencari ikan di perairan dekat perbatasan.

“Persoalan penangkapan nelayan ini sudah kami masukkan dalam kesepakatan kerja sama yang akan dibahas di Sosek Malindo tingkat nasional. Kami berharap ada kejelasan dan kesepahaman agar nelayan kita tidak terus menjadi korban,” kata Doli Boniara saat dihubungi pada hari Rabu, 5 November 2025.

Selain isu perikanan lintas batas, delegasi Kepulauan Riau juga mengusulkan kerja sama ekonomi kelautan, termasuk pengembangan fishing ground, promosi ekspor rumput laut, serta penyaluran bahan baku ikan segar dari Natuna dan Anambas ke Tanjung Manis, Sarawak.

Pertemuan Sosek Malindo di Miri ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Provinsi Kepulauan Riau dan wilayah perbatasan Malaysia, terutama dalam pengelolaan sumber daya laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di kawasan perbatasan.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *