Anambasnews.com – Lebaran menjadi momen yang paling ditunggu untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi warga Anambas yang berencana mudik lewat jalur laut, tiket kapal ferry justru sudah habis terjual jauh sebelum hari raya tiba.
Tiket ferry rute Tarempa menuju Batam dan Tanjungpinang untuk keberangkatan tanggal 14 dan 17 Maret, atau H-7 Idul Fitri 1447 Hijriyah, dipastikan ludes total. Tidak ada lagi kursi tersisa untuk dua jadwal keberangkatan yang menjadi favorit para pemudik tersebut.
Pantauan di loket penjualan tiket menunjukkan aktivitas pembelian nyaris tidak ada. Petugas hanya melayani pertanyaan dari calon penumpang, karena seluruh tiket arus mudik sudah habis terjual sejak Sabtu (21/2), tepat pada hari pertama penjualan dibuka.
Akibatnya, calon penumpang yang datang terlambat terpaksa kecewa. Mereka hanya mendapatkan pilihan jadwal keberangkatan pada tanggal 3 dan 10 Maret, yang jauh sebelum puncak arus mudik.
“Tiket sudah habis semua. Yang ada tinggal tanggal 3 dan 10 Maret. Kalau harus balik tanggal segitu, kami belum dapat izin dari tempat kerja,” ujar Hesti, warga yang hendak mudik ke Pekanbaru.
Hesti mengaku tidak mendapatkan informasi detail terkait waktu pembukaan penjualan tiket mudik. Menurutnya, pengumuman tersebut tidak disosialisasikan secara luas, sehingga banyak warga yang terlambat membeli tiket.
Padahal, penjualan tiket yang dibuka sehari sebelumnya langsung diserbu oleh calon penumpang. Antrean panjang bahkan sudah terbentuk sejak waktu sahur.
Gagal mendapatkan tiket dari Tarempa, Hesti akhirnya mencari alternatif. Ia menghubungi agen di Letung dan berhasil mendapatkan tiket untuk rute Letung–Batam.
Meski demikian, ia harus mengeluarkan biaya perjalanan yang jauh lebih besar. Biaya transportasi dari Tarempa ke Letung mencapai sekitar Rp 200 ribu, ditambah harga tiket kapal Letung–Batam sebesar Rp 490 ribu.
Jika dibandingkan dengan berangkat langsung dari Tarempa ke Batam yang harganya hanya Rp 544 ribu, jalur alternatif ini membuat biaya perjalanan membengkak hampir Rp 600 ribu.
“Memang lebih mahal, tapi tidak apa-apa demi bisa kumpul keluarga,” katanya dengan pasrah.
Operator ferry, Acai, membenarkan adanya lonjakan pembelian yang terjadi pada hari pertama penjualan tiket mudik. Menurutnya, seluruh tiket untuk keberangkatan H-7 langsung habis dalam waktu satu hari.
“Ramai sekali, ada yang antre dari sahur. Semua tiket H-7 lebaran langsung terjual habis,” ujarnya.
Acai menegaskan bahwa saat ini belum ada sistem pemesanan atau booking online. Pembelian tiket wajib dilakukan langsung di loket, sehingga berlaku sistem siapa cepat dia dapat.
Saat ini, pihak operator sedang mengusulkan penambahan jadwal keberangkatan pada tanggal 15 Maret. Namun, keputusan akhir masih berada di tangan pengelola kapal, Santoni, sehingga tiket tambahan belum bisa dijual sebelum ada kepastian.(*Julianto)













