AnambasSosial dan Ekonomi

Harga Bawang Merah Naik di Tarempa, Pedagang Keluhkan Penurunan Minat Pembeli

20
×

Harga Bawang Merah Naik di Tarempa, Pedagang Keluhkan Penurunan Minat Pembeli

Sebarkan artikel ini
Warga saat membeli Bawang di Pasar Tarempa, Senin, 13/5/2024. (Foto: Akbar/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Harga bawang merah di Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mengalami kenaikan, menyebabkan minat pembeli menurun dan omset pedagang terdampak.

Salah satu pedagang bawang di wilayah Tarempa, Kecamatan Siantan, Soni, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren harga yang naik dalam beberapa minggu terakhir.

Pedagang di Tarempa umumnya mendapatkan pasokan bawang merah dari luar daerah. Meski kualitas bawang yang dijual tetap bagus, kenaikan harga ini mempengaruhi minat pembeli.

Soni menyatakan bahwa harga bawang merah sebelumnya sempat turun hingga Rp 30 ribu per kilogram, namun saat ini mencapai kisaran Rp 35 ribu per kilogram.

“Saat ini penjualan berkurang. Kita tidak tahu penyebabnya, mungkin pembeli sudah banyak menyetok di rumah sehingga hanya beli sedikit,” ujar Soni pada Senin, 13 Mei 2024.

Di sisi lain, Ria, seorang pembeli sembako di pasar, mengeluhkan perbedaan harga yang cukup signifikan di antara penjual di pasar. Ia berharap agar harga bisa dijaga agar tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat kecil.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Anambas, Masykur, menjelaskan bahwa perbedaan harga terjadi karena sumber pasokan yang berbeda. Pedagang kecil cenderung membeli dari Tarempa, sementara pedagang besar langsung dari luar daerah, menyebabkan selisih harga yang sulit dihindari.

“Perbedaan harga biasanya karena suplayer tidak sama. Pedagang besar biasanya langsung ke agen di luar daerah, sehingga hal ini sulit untuk diatasi,” jelas Masykur.

Masykur juga menekankan perlunya pedagang mengambil margin keuntungan yang masuk akal agar tidak memberatkan masyarakat dan pedagang kecil.

Meskipun tantangan dalam penstabilan harga terjadi, perhatian pemerintah setempat diharapkan dapat membantu mencari solusi yang adil bagi semua pihak terkait.(*Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!