Nasional

Fotografer Indonesia Raih Penghargaan Internasional di World Film Carnival Singapore

29
×

Fotografer Indonesia Raih Penghargaan Internasional di World Film Carnival Singapore

Sebarkan artikel ini
Ali Azhar D, meraih penghargaan bergengsi dari World Film Carnival Singapore pada Selasa (31/12/2025) (Foto: Ist)

Singapore, Anambasnews.com – Fotografer muda Indonesia, Ali Azhar D, meraih penghargaan bergengsi dari World Film Carnival Singapore pada Selasa (31/12/2025). Ia menerima gelar “Magician of Motion Picture” di kategori Fotografi melalui laman World Film Communities Network atas karyanya yang berjudul “Seeds of Life: The Eternal Dialogue Between Soil and People”.

Karya Ali menghadirkan potret mendalam tentang kehidupan petani, menggambarkan hubungan intim antara manusia dan tanah. Foto tersebut menampilkan sosok petani yang berdiri di antara genangan air memantulkan langit, dengan tangan yang telah lapuk oleh waktu memeluk tanah dengan keintiman seorang kekasih. Melalui komposisi yang filosofis, foto tersebut mengajak penikmat untuk merenungkan peran fundamental para petani dalam siklus kehidupan.

“Ketika saya memotret petani itu, saya tidak sedang mendokumentasikan pekerjaan—saya sedang merekam doa. Setiap gerakan tangannya di lumpur adalah liturgi kehidupan yang telah berlangsung ribuan tahun. Penghargaan ini bukan untuk saya, tetapi untuk jutaan tangan tak terlihat yang memberi makan dunia tanpa pernah meminta pengakuan,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).

Ali menuturkan bahwa karya yang membuatnya meraih penghargaan internasional tersebut awalnya hanya merupakan tugas ujian tengah semester. “Awalnya ini adalah tugas ujian tengah semester (UTS). Setelah mendapatkan nilai di atas 90, saya berpikir kenapa tidak mencoba mendaftarkan karya ini ke kompetisi,” jelasnya.

Fotografer yang juga pendiri AAD Today Universal ini menjelaskan filosofi di balik karyanya. “‘Seeds of Life’ adalah tentang paradoks yang indah: dari tanah yang kotor lahir kehidupan yang suci. Dalam era di mana semua orang berlomba menjadi ‘terlihat’, saya memilih memotret mereka yang sengaja dilupakan. Seni memiliki tanggung jawab moral—untuk menyuarakan yang sunyi, untuk menerangi yang tersembunyi, untuk memuliakan yang dianggap remeh,” ungkapnya.

Mengenai pendekatan fotografinya, Ali menegaskan, “Fotografi bukan tentang menekan tombol rana, tetapi tentang menunggu hingga jiwa dari subjek bersedia berbicara.” Ia juga menambahkan, “Setiap butir beras adalah jejak tangan mereka yang memberi makan tanah. Penghargaan ini adalah ucapan terima kasih saya kepada mereka.”

World Film Carnival Singapore merupakan festival film internasional berbasis IMDb yang diselenggarakan setiap bulan sejak tahun 2019 oleh Shailik Bhaumik. Para pemenang bulanan akan diputar di Singapura dan dinilai oleh Cult Critic sebelum berkompetisi dalam ajang Golden Merlion Awards.

Bertepatan dengan pencapaiannya tersebut, Ali berencana meluncurkan website baru untuk agensi komunikasinya. “Pada tanggal 1 Januari 2026, saya meluncurkan website baru saya untuk Public Relations Agency dan juga peresmian usaha baru saya di bidang komunikasi, sebagai bentuk rasa syukur kami sekalian mendonasikan dengan nominal yang kami rahasiakan ke saudara kita yang ada di Sumatra yang lagi terdampak bencana,” kata Ali Azhar D, founder AAD Today Universal.

Melalui karyanya, Ali menyampaikan pesan mendalam tentang peradaban. “Peradaban tidak hanya dibangun oleh menara tinggi, tetapi juga oleh tangan yang rela basah dan berlumpur,” tutupnya, mengingatkan pentingnya menghargai peran petani dalam kehidupan masyarakat modern yang kerap terlupakan di tengah hiruk pikuk urbanisasi dan teknologi.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *