AnambasSosial dan Ekonomi

Dua Pemuda di Anambas Raup Cuan dari Usaha Es Kelapa Rainbow Selama Ramadan

485
×

Dua Pemuda di Anambas Raup Cuan dari Usaha Es Kelapa Rainbow Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
Dua pemuda tersebut, Aldo dan Nevil saat Jual Es di Tarempa, Kamis, 13/4/2025. (Foto: Ak/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Memanfaatkan waktu luang di bulan Ramadan, dua pemuda di Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, melihat peluang bisnis dengan menjual Es Kelapa Rainbow. Kedua pemuda tersebut, Aldo dan Nevil, merintis usaha ini untuk menambah penghasilan selama bulan puasa.

Saat ditemui, Nevil menjelaskan bahwa Es Kelapa Rainbow yang mereka jual merupakan campuran dari sirup, air kelapa murni, dan perasan jeruk nipis. Kombinasi ini menciptakan rasa yang unik, perpaduan gurih, manis, dan sedikit asam yang menyegarkan.

Dijual dengan harga Rp 12 ribu per cup di hari biasa, Nevil dan Aldo memberikan harga spesial setiap hari Jumat, yaitu Rp 10 ribu per cup.

“Hari Jumat kita bersedekah, ya walaupun hanya Rp 2 ribu lebih murah, mudah-mudahan bisa mendapat pahala melimpah dari Allah SWT,” ujar Nevil, Kamis, 13 Maret 2025.

Usaha ini cukup diminati masyarakat, dengan penjualan rata-rata mencapai 50 cup per hari. Saat cuaca hujan, mereka tetap bisa menjual hingga 20 cup. Dengan omzet sekitar Rp 500 ribu per hari, mereka mampu menutup modal dan mendapatkan keuntungan.

Nevil mengungkapkan bahwa usaha ini sudah ia rintis sejak 2021. Awalnya, ia hanya bekerja dengan sistem bagi hasil. Namun, setelah pemilik usaha sebelumnya pindah ke luar daerah, ia bersama rekannya memutuskan untuk mengambil alih dan menjalankan bisnis ini sendiri.

“Tahun berikutnya saya patungan sama kawan, karena yang punya usaha ini dulu pindah, saya yang jalankan sampai sekarang,” kata Nevil.

Menariknya, Es Kelapa Rainbow ini hanya dijual saat Ramadan. Di luar bulan puasa, Nevil dan Aldo sibuk dengan pekerjaan lain, seperti bongkar ikan di pelabuhan, sehingga tidak memiliki waktu untuk berjualan setiap hari.

Melalui usahanya, Nevil berharap para pemuda di Anambas dapat menciptakan peluang kerja sendiri, bukan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai honorer di pemerintahan.

“Sekarang kan tidak bisa lagi kerja di Pemkab Anambas, makanya kita, milenial, harus menciptakan peluang usaha sendiri dan membuka lapangan kerja. Jangan takut untuk memulai, sakit dahulu senang kemudian,” pesannya.

Nevil dan Aldo membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kemauan, peluang usaha bisa diciptakan, bahkan dalam waktu yang terbatas seperti bulan Ramadan.(Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!