ANAMBASNEWS.COM, Bintan – Kepala Desa Mapur, Abdul Razak, menghadiri acara penganugerahan Indonesia Green Awards (IGA) 2025 yang diselenggarakan di dekat Hotel Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 16 Desember 2025.
Desa Mapur dinobatkan sebagai lokus program Edu Ekowisata berbasis konservasi penyu sisik (Eretmochelys imbricata), hasil kerja sama antara PT PLN Persero dan Yayasan Ecology Kepulauan Riau. Desa ini menerima penghargaan dalam kategori Pengembangan Wisata Konservasi Alam.
Camat Bintan Pesisir, Assun Ani, S.Sos, melalui media sosialnya, menyampaikan ucapan selamat kepada Desa Mapur atas penghargaan tersebut.
“Kami berharap program-program serupa dapat lebih banyak dialokasikan ke desa-desa lain di Bintan Pesisir untuk mendukung kemandirian dan pengembangan ekonomi masyarakat,” tulis Assun.
Pada acara tersebut, PLN UIP3B Sumatera menerima penghargaan Platinum dalam kategori pengembangan wisata konservasi alam. Penghargaan ini diterima oleh Yenti Elfina, Senior Manager Keuangan, Komunikasi & Umum PLN UIP3B Sumatera, dengan skor tinggi 9.1.
Program Konservasi Penyu Sisik ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) tahun 2023.
Fokus utamanya adalah membangun pusat riset konservasi penyu sisik dan pelestarian terumbu karang di Pulau Mapur. Program ini tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Mapur melalui ekowisata.
IGA merupakan penghargaan yang diberikan oleh The La Tofi School of CSR kepada individu, perusahaan, atau organisasi yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui inovasi dan kreativitas. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya nyata dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penghargaan ini, Desa Mapur diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.(Alek)













