Lingga

Bupati Lingga Safari Ramadan di Sembuang, Salurkan Bantuan dan Sampaikan Belasungkawa

26
×

Bupati Lingga Safari Ramadan di Sembuang, Salurkan Bantuan dan Sampaikan Belasungkawa

Sebarkan artikel ini
Bupati Lingga, M. Nizar Safari Ramadan di Sembuang, Sabtu, 8/3/2025. (Foto: Suharman/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Bupati Lingga, M. Nizar, bersama Wakil Bupati Lingga, Novrizal, mengikuti rangkaian Safari Ramadan 1446 H/2025 M yang digelar di Masjid Al-Munawarah, Dusun II Sembuang, Desa Penuba Timur, Kecamatan Selayar, pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Lingga menyalurkan bantuan berupa dana pendidikan sekolah dan sembako kepada anak yatim serta lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Sembuang.

Kepala Desa Penuba Timur, Ilyas, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Bupati, Wakil Bupati, dan rombongan yang telah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kampung Sembuang. Namun, ia juga menyampaikan kabar duka bahwa seorang warga mereka yang berprofesi sebagai nelayan mengalami musibah hilang di laut.

“Ada sekitar 100 kepala keluarga di Sembuang ini, Pak. Namun, hari ini kampung kami sedang berduka karena ada seorang nelayan yang hilang di laut. Banyak pemuda dan warga turun ke laut untuk ikut dalam pencarian,” ungkap Ilyas.

Bupati Lingga, M. Nizar, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari warga serta turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Egi Satira (27), seorang nelayan yang tenggelam saat memancing menggunakan sampan di perairan Tanjung Dua pada Sabtu ini. Sebelum Maghrib tadi, kami mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Nizar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lingga juga menyampaikan beberapa poin dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti swasembada pangan, peningkatan lapangan pekerjaan, dan hilirisasi sumber daya alam.

“Saya sangat senang melihat semangat masyarakat dalam membangun kembali sumber pendapatan seperti pasir darat, perkebunan, dan sektor lainnya,” tambahnya.

Namun, ia juga menyoroti dampak aturan dari pemerintah pusat terhadap tenaga honorer.

“Saat ini ada sekitar 400 anak-anak dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang terdampak kebijakan pusat, di mana pegawai honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun harus dirumahkan,” jelasnya.

Acara Safari Ramadan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kepedulian, diakhiri dengan doa bersama untuk almarhum nelayan serta harapan agar masyarakat Sembuang tetap diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan.(Suharman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *