ANAMBASNEWS.COM – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati Raja Bayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Inpres Tarempa pada Jumat, 7 Maret 2025.
Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) serta memantau perkembangan harga di pasar tersebut.
Dalam sidaknya, Bupati Aneng mengungkapkan bahwa harga bahan pokok di Anambas saat ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Batam dan Bintan. Ia pun menegaskan telah menyiapkan strategi untuk menekan harga agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Saya lihat di sini harga mahal karena stok barang terbatas. Ke depan, saya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok cukup sehingga harga bisa lebih normal seperti di Batam. Jika pun ada perbedaan, tidak terlalu jauh,” ujar Aneng.
Ia menjelaskan bahwa faktor utama perbedaan harga adalah biaya tambahan ongkos kirim. Namun, menurutnya, biaya tersebut tidak seharusnya menjadi alasan utama kenaikan harga yang signifikan.
“Ongkos kirim saya rasa tidak terlalu mahal. Semestinya bukan jadi penyebab harga bahan pokok mahal,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, Aneng berencana memanfaatkan gudang logistik di Teluk Red untuk menyimpan stok bahan pokok guna mencegah kelangkaan saat musim ekstrem.
“Semua barang akan disimpan di sana, sehingga ketika cuaca buruk, pasokan tidak terputus. Saya juga akan mengecek kondisi gudang terlebih dahulu. Jika sudah layak, baru akan kita gunakan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan harga bahan pokok di Anambas bisa lebih stabil dan tidak terlalu berbeda dengan daerah lain seperti Batam dan Bintan.(Bur)













