ANAMBASNEWS.COM – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Anambas tidak akan mengajukan pinjaman ke bank untuk menutup biaya operasional daerah, mengingat terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki.
“Tak berani saya, PAD kecil, mau bayar pakai apa nanti,” ujar Aneng saat diwawancarai pada Minggu, 22 Juni 2025, merespons tren beberapa daerah lain, seperti Tanjungpinang, yang memilih opsi pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
Sebagai alternatif, Aneng mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Anambas agar lebih inovatif dan kreatif dalam menggali potensi-potensi pendapatan sah lainnya. “Sektor pariwisata, perikanan, dan jasa harus ditingkatkan agar ada sumber-sumber PAD kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, langkah instan seperti berutang bisa berisiko terhadap stabilitas fiskal Anambas di masa mendatang. “Kita tidak ingin mengambil langkah instan yang bisa membahayakan stabilitas fiskal daerah,” ujarnya.
Bupati Aneng menyatakan, efisiensi dan penghematan anggaran akan menjadi prioritas utama dalam strategi pembangunan ke depan. Fokus utama anggaran, lanjutnya, akan diarahkan pada program-program yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kita akan lebih mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada dan mengutamakan program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Bupati berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi menjaga kesehatan fiskal daerah demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan bebas dari ketergantungan utang.(Ak)













