Bintan

Bintan Siagakan Diri Hadapi Karhutla dan Kekeringan

11
×

Bintan Siagakan Diri Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bintan Roby Kurniawan, (Foto: Ist)

Bintan, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Bintan menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan untuk tahun 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan titik api yang signifikan pada awal tahun, dimana ratusan hektar lahan terbakar dalam periode Januari hingga Maret, dengan kondisi yang semakin diperparah dalam dua pekan terakhir.

“Berangkat dari data yang berasal dari kondisi nyata di lapangan, kita berkumpul hari ini untuk menetapkan bersama status Tanggap Darurat Bencana terkait karhutla dan kekeringan di Kabupaten Bintan,” ungkap Bupati

Bintan Roby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah (FKPD), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hingga seluruh Camat se-Kabupaten Bintan, Rabu, 25/3/2026 di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

Data yang diumumkan dalam rapat tersebut menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Sebanyak 317 titik api tercatat sepanjang Januari-Maret 2026, dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 251 hektare. Empat wilayah menjadi penyumbang luasan terbesar, yaitu Kecamatan Bintan Timur dengan 81 titik api, Kecamatan Toapaya 68 titik api, Kecamatan Gunung Kijang 64 titik api, dan Kecamatan Bintan Utara 60 titik api.

Tantangan semakin besar mengingat kondisi dinamika atmosfer terkini serta prediksi curah hujan dan prospek cuaca yang terus dipantau oleh BMKG. Bintan memiliki kerawanan tinggi karena sebagian besar lahan merupakan lahan gambut, ditambah faktor perubahan iklim.

Roby menyampaikan bahwa selain penetapan status dan kolaborasi lintas sektoral, semua pihak diminta untuk mengedepankan upaya pencegahan. Menurutnya, indikasi adanya “tangan nakal” dalam penyebab karhutla belakangan ini cukup kuat.

“Siapa saja yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, jangan ragu dan takut untuk segera melaporkan. Ini tanggung jawab kita bersama dan memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” tegas Roby.

Terkait kekeringan yang melanda hampir seluruh kecamatan, PDAM Tirta Kepri yang mengelola 4 waduk di lokasi berbeda melaporkan kondisi kekeringan yang cukup ekstrem. Pihaknya masih berusaha melakukan pembukaan tali air guna mengisi waduk yang menjadi sumber baku Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Lewat penetapan status Tanggap Darurat Bencana, yang berlaku mulai hari ini hingga 14 hari ke depan, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama seluruh instansi terkait akan melaksanakan serangkaian tindakan strategis guna menangani permasalahan karhutla dan kekeringan.(*Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *