ANAMBASNEWS.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas menyatakan dukungan penuh terhadap pemasaran Batik Manggrove yang berasal dari Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Anambas, Masykur menegaskan, Batik Manggrove merupakan kerajinan khas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
“Batik ini bukan hanya karya seni, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi bahan pewarna yang digunakan memanfaatkan limbah mangrove,” ujarnya.
Masykur juga mendorong para pengrajin untuk lebih aktif memproduksi, bukan hanya saat ada pesanan. Menurutnya, produksi yang berkelanjutan akan membuka peluang lebih besar bagi Batik Manggrove untuk dikenal luas, bahkan sampai ke tingkat nasional.
Sementara itu, pengrajin Batik Manggrove, Bambang Asmara, menyambut baik perhatian dari Pemkab Anambas. Ia berharap dukungan ini bisa diwujudkan dalam bentuk nyata, salah satunya dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti pameran di tingkat nasional.
“Kami ingin Batik Manggrove dikenal lebih luas lagi, tidak hanya di Anambas. Semoga Pemkab terus komitmen memberi ruang dan mendukung kami,” kata Bambang.
Dengan dukungan pemerintah dan semangat para pengrajin, Batik Manggrove diharapkan mampu menjadi identitas baru Anambas sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat lokal.(*Ak)













