Natuna, Anambasnews.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandarsyah, Ranai, Kabupaten Natuna, Rabu (2/9/2026).
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Mustamin Bakri, S.Sos., M.Si., yang mendampingi rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wakil Gubernur Kepri di Kabupaten Natuna bersama Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar, khususnya terkait kebersihan, keamanan pangan, proses pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang melihat langsung berbagai tahapan pengelolaan makanan di dapur SPPG, mulai dari penerimaan bahan pangan, pencucian sayur, daging dan buah, proses pemotongan, produksi, pemorsian, pengemasan hingga pendistribusian.
Menurut Nyanyang, seluruh tahapan tersebut harus mendapat perhatian serius karena makanan yang diproduksi SPPG akan dikonsumsi oleh masyarakat dan penerima manfaat program.
“Mulai dari barang masuk, proses pembersihan sayur, daging dan buah, pemotongan, produksi, pemorsian sampai distribusi, semuanya harus diperhatikan,” ujar Nyanyang.
Ia juga menekankan pentingnya sanitasi dan pengelolaan limbah. SPPG, kata dia, harus memastikan limbah dikelola secara baik melalui fasilitas pengolahan yang memenuhi ketentuan, termasuk keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Selain itu, kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan juga harus dipastikan aman. Pengujian mutu air serta pencatatan sumber dan hasil pengujiannya menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan pangan.
“Termasuk airnya, sumber airnya dari mana dan hasil uji kualitasnya harus jelas. Ini bagian dari standar higienitas yang harus dijaga,” katanya.
Nyanyang menegaskan, pengawasan terhadap operasional SPPG akan terus dilakukan bersama instansi terkait. BPOM dan Dinas Kesehatan diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap penerapan standar higienitas dan keamanan pangan.
Dengan pengawasan tersebut, makanan yang diproduksi dan disalurkan kepada penerima manfaat diharapkan benar-benar memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi.
Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal
Selain persoalan higienitas, Nyanyang juga menyoroti manfaat keberadaan SPPG bagi masyarakat daerah. Ia mendorong agar operasional SPPG turut membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, tenaga dapur diharapkan dapat memprioritaskan masyarakat setempat sepanjang memenuhi kebutuhan dan persyaratan yang ditetapkan.
“Tenaga dapur kita harapkan berasal dari daerah setempat. Ini akan kita dorong melalui himbauan agar menjadi pedoman dalam pelaksanaan SPPG,” ujar Nyanyang.
Ia menilai keberadaan SPPG tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan potensi lokal.
Sementara itu, kehadiran H. Mustamin Bakri dalam kegiatan tersebut turut memperkuat perhatian pemerintah daerah dan DPRD Kepri terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Natuna.
Peninjauan SPPG Bandarsyah menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Nyanyang Haris Pratamura di Kabupaten Natuna. Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Kepri juga meninjau sejumlah sektor strategis, termasuk pertanian dan perikanan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. (*Dani)











