Natuna, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, H. Boy Wijanarko Varianto, S.E., saat menutup kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan serta Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi se-Kabupaten Natuna Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Idrus M. Thahar, Sabtu (22/8/2026) sore.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, 18–22 Agustus 2026, dan merupakan bagian dari Program Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah melalui DAK Nonfisik Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Saat ini Kabupaten Natuna memiliki 192 perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah, 1 perpustakaan daerah, 8 perpustakaan kecamatan, 37 perpustakaan desa, 133 perpustakaan sekolah, dan 13 perpustakaan khusus. Namun, baru 14 perpustakaan yang telah terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI sebuah tantangan sekaligus peluang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan jantung pendidikan, pusat transfer pengetahuan, serta salah satu pilar penting dalam meningkatkan budaya dan indeks literasi masyarakat,” jelas Boy Wijanarko.
Akreditasi perpustakaan menjadi instrumen penting untuk memastikan tata kelola dan pelayanan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Meski tantangan geografis Natuna sebagai daerah kepulauan tidak mudah, Pemkab Natuna berkomitmen terus mendukung pengembangan perpustakaan melalui kebijakan maupun penganggaran.
Boy Wijanarko menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada narasumber, khususnya Edi Wiyono dan Tri Wisnu Pamungkas dari Perpustakaan Nasional RI, yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman.
Ia berpesan agar kegiatan ini tidak sekadar seremonial atau sekadar memperoleh sertifikat, melainkan benar-benar diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing.
“Kita menyadari bahwa untuk menerapkan standar dan pemerataan pelayanan yang sama pada seluruh perpustakaan bukanlah pekerjaan yang mudah, terlebih Kabupaten Natuna merupakan daerah kepulauan dengan kondisi geografis yang memiliki tantangan tersendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI, Edi Wiyono, S.Sos., M.Tr.A.P., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Menurutnya, penguatan literasi informasi penting untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Literasi bukan menjadi pekerjaan satu pihak saja. Literasi adalah pekerjaan kita bersama,” ungkap Edi.
Perpustakaan Nasional RI berkomitmen terus mendorong keberlanjutan program ini di daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pegiat literasi.
Adapun, peserta 149 orang (50 pustakawan/pengelola, 50 kepala perpustakaan/guru, 49 pegiat literasi, Narasumber, 2 dari Perpustakaan Nasional RI, 1 dari Dinas Kominfo Natuna, dengan tujuan meningkatkan pemahaman standar perpustakaan dan mendorong akreditasi
Turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna H. Erson G.A., S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Kominfo Natuna H. Ikhwan Solihin, S.E., M.Si., serta sejumlah kepala OPD.(*Riko)













