Bintan, Anambasnews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika menghadiri upacara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Acara berlangsung khidmat di Astaka Utama MTQ, kawasan depan Gedung Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Sabtu, 4/7/2026.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, para Bupati/Wali Kota, Sekretaris Daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai simbol dimulainya perhelatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku tuan rumah.
Ia menegaskan MTQ bukan sekadar ajang lomba tilawah, melainkan wadah pembinaan umat untuk menumbuhkan kecintaan, pemahaman, dan pengamalan nilai Al-Qur’an.
“Tujuan kita bukan hanya mencari siapa yang terbaik membaca, tetapi membentuk manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta berlandaskan Al-Qur’an agar Kepri benar-benar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Mengusung tema “Al-Qur’an Membangun Kepri”, Gubernur juga mengajak menjadikan Al-Qur’an pedoman hidup, sekaligus mengutip kearifan Gurindam Dua Belas warisan budaya Melayu. Pemenang MTQ Provinsi nantinya akan dipersiapkan sebagai duta Kepri pada MTQ Nasional September 2026 di Semarang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika menilai MTQ bermakna lebih luas dari sekadar kompetisi, yaitu sarana syiar Islam dan pembentukan generasi Qur’ani yang berkarakter.
“Tema ini harus menjadi semangat membumikan Al-Qur’an, melahirkan SDM berkualitas, berintegritas, dan peduli kemajuan daerah,” ujar Ronny. Ia juga memotivasi kafilah Bintan untuk tampil maksimal, menjunjung sportivitas, dan menjadikan ajang ini pengikat ukhuwah sekaligus peningkatan kualitas pembinaan qari, qariah, hafiz, dan cabang lomba lainnya.
“Prestasi diharapkan, namun yang lebih utama adalah nilai Al-Qur’an terwujud dalam kehidupan, melahirkan generasi religius dan teladan bagi pembangunan Bintan serta Kepri,” tambahnya.
Perhelatan ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam tilawah dan hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran agama demi mewujudkan Kepulauan Riau yang religius, maju, dan berdaya saing.(*Tio)













