Sosial dan EkonomiTanjungpinang

Menginap di Penyengat, Pelajar Singapura Selami Sejarah dan Budaya Melayu Lewat Wisata Edukasi

8
×

Menginap di Penyengat, Pelajar Singapura Selami Sejarah dan Budaya Melayu Lewat Wisata Edukasi

Sebarkan artikel ini
Pelajar Singapura kunjungi wisata di Pulau Penyengat, (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Pulau Penyengat bukan lagi sekadar ikon pariwisata unggulan di Provinsi Kepulauan Riau. Lebih dari itu, pulau bersejarah ini kini menjelma menjadi ruang pembelajaran hidup yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lingkungan peradaban Melayu.

Melalui kerja sama yang telah terjalin lama dengan Nusantara Connect Singapore, platform pulaupenyengat.id kembali menghadirkan rombongan pelajar dari Singapura untuk mengikuti program wisata edukasi di pulau ini. Berbeda dengan kunjungan biasa, para siswa ini tidak hanya berwisata, tetapi benar-benar menyatu dengan denyut nadi kehidupan warga setempat. Mereka menginap selama lima hari empat malam, berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Pendiri pulaupenyengat.id, Raja Farul, menjelaskan bahwa selama berada di Penyengat, para pelajar terlibat dalam serangkaian kegiatan yang mendalam. Selain mempelajari sejarah dan budaya Melayu, mereka juga antusias mengikuti program edukasi lingkungan seperti penanaman mangrove, hingga mempraktikkan nilai luhur budaya gotong royong.

“Ini sudah keenam kalinya kami laksanakan. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi menyaksikan langsung bagaimana adab dan tata krama orang Melayu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga mengenalkan tradisi, termasuk adat perkawinan Melayu. Justru keseharian dan tradisi kita inilah yang paling menarik perhatian mereka. Selama menginap, mereka benar-benar merasakan bagaimana hidup dan berkehidupan dalam masyarakat Melayu,” ungkap Raja Farul pada Minggu, 7 Juni 2026.

Tak hanya kegiatan budaya, Farul menambahkan bahwa para pelajar juga diajak berpikir kritis dan ilmiah melalui kegiatan riset lapangan. Salah satu fokus penelitian mereka adalah pengembangan wisata berbasis masyarakat, di mana para siswa belajar bagaimana komunitas lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penjaga keberlanjutan pariwisata di daerah tersebut.

Terselenggaranya program ini untuk keenam kalinya secara berturut-turut menjadi bukti nyata kepercayaan dan komitmen kuat dari Nusantara Connect Singapore terhadap potensi luar biasa yang dimiliki Pulau Penyengat.

Sebagai informasi, pulaupenyengat.id adalah komunitas dan platform yang diinisiasi oleh masyarakat, berdedikasi untuk mempromosikan sekaligus melestarikan warisan sejarah, budaya, dan potensi wisata Pulau Penyengat. Sementara itu, Nusantara Connect Singapore merupakan organisasi yang bergerak mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara Singapura dengan Indonesia melalui berbagai program pertukaran dan wisata edukasi.

Farul berharap, kerja sama ini dapat semakin memperkuat posisi Kota Tanjungpinang sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di kawasan regional, khususnya dalam mempelajari sejarah peradaban Melayu dan keanekaragaman budaya Nusantara.

“Kami berharap sinergi ini terus berkembang dan menjadi wadah utama bagi generasi muda untuk saling mengenal dan memahami budaya lintas negara,” pungkasnya.(*Bur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *