AdvetorialKepriSosial dan EkonomiTanjungpinang

Ansar Perkuat Hubungan Kepri dan Industri Migas, Pengeboran Sumur Baru Siap Dilakukan

14
×

Ansar Perkuat Hubungan Kepri dan Industri Migas, Pengeboran Sumur Baru Siap Dilakukan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menerima cendera mata dari Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison dalam pertemuan berlangsung di Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Hubungan harmonis antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan industri minyak dan gas bumi (migas) dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi energi di wilayah perbatasan. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, bersama jajaran SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara dan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026).

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan perusahaan migas di Kepri selama ini berjalan sangat baik dan kondusif.

“Ini menjadi salah satu agenda kunjungan kerja dengan durasi cukup panjang. Artinya hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin baik,” ujar Yanin.

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri migas yang beroperasi di wilayah Natuna dan sekitarnya. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd., hingga West Natuna Exploration Ltd.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perusahaan migas berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap proses percepatan perpanjangan kontrak kerja sama di Kementerian ESDM agar aktivitas produksi dan eksplorasi dapat terus berjalan optimal.

Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd., Kemal Abduh Rahman Massi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pengeboran sumur eksploitasi baru pada tahun 2026 guna mempertahankan tingkat produksi migas yang ada.

Selain SKK Migas Perwakilan Sumbagut, hadir dalam pertemuan perwakilan Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd., serta West Natuna Exploration Ltd. (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

“Kami masih menunggu approval perpanjangan kontrak, sehingga dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Harbour Energy, Medianestrian, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut telah beroperasi di Natuna Blok A sejak era 1980-an dan berencana melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi baru pada tahun 2026.

“Kami berharap ada tambahan cadangan minyak dan gas yang dapat meningkatkan produksi ke depan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada produksi energi, perusahaan migas juga terus menjalankan program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Perwakilan Star Energy (Kakap) Ltd., Vera Novita Rahma, menyebut pihaknya tetap menjalankan pembinaan masyarakat di wilayah Anambas serta kegiatan pengobatan massal rutin setiap tahun.

Menurut Vera, meski menghadapi sejumlah kendala teknis, Star Energy tetap menargetkan produksi sekitar 1.000 barel minyak per hari.

Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik komitmen investasi dan pengembangan industri migas di wilayah Kepri. Ia menilai sektor migas masih menjadi salah satu kekuatan strategis daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan kawasan perbatasan.

Dengan hubungan yang semakin erat antara pemerintah daerah dan pelaku industri, Kepri diharapkan mampu terus menjadi daerah strategis dalam pengembangan energi nasional, khususnya di kawasan Natuna yang memiliki potensi migas besar di Indonesia bagian barat.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!