Batam

Jaga Ketersediaan Air, BP Batam Adopsi Strategi Ketahanan Air ala Singapura

13
×

Jaga Ketersediaan Air, BP Batam Adopsi Strategi Ketahanan Air ala Singapura

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, (Foto: BP Batam)

Batam, Anambasnews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah strategis antisipatif guna menjaga ketersediaan air baku di tengah potensi fenomena El Nino yang diprediksi membawa kemarau panjang pada Juni hingga Agustus 2026 mendatang.

Bersama BMKG dan AirNav Indonesia, BP Batam akan menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menjaga volume air di sejumlah waduk utama.

Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano menjelaskan, langkah ini ditujukan agar elevasi air di Waduk Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi hingga Duriangkang tetap berada di batas aman. Pasalnya, curah hujan yang turun belakangan ini sering kali tidak jatuh di wilayah tangkapan hujan waduk.

“Kami arahkan hujan ke kawasan waduk agar cadangan air terjaga, sehingga suplai bagi masyarakat dan sektor industri tetap berjalan optimal tanpa gangguan,” ujar Denny usai memimpin rapat koordinasi, Jumat (15/05/2026).

Operasi TMC direncanakan berlangsung selama satu pekan pada tahap awal, di mana pihaknya akan mengevaluasi efektivitasnya terhadap kenaikan debit air. Denny juga mengimbau seluruh warga Batam untuk turut berperan dengan menggunakan air secara bijak dan melaporkan segera jika ditemukan penyalahgunaan atau kerusakan jaringan distribusi.

Tidak hanya langkah jangka pendek, BP Batam juga merancang strategi jangka panjang dengan mencontoh keberhasilan pengelolaan air di Singapura. Negara tetangga tersebut sukses membangun ketahanan air melalui empat sumber utama atau “keran nasional”, yaitu air impor, desalinasi air laut, penampungan air hujan, dan teknologi daur ulang air limbah menjadi air bersih (NEWater).

“Kajian teknis sudah kami pertimbangkan. Pengalaman Singapura mengajarkan bahwa efisiensi dan diversifikasi sumber air adalah kunci. Ke depannya, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk menyusun langkah lebih luas agar pasokan air tetap berkelanjutan seiring pertumbuhan penduduk dan industri di Batam,” tutup Denny.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *