Batam

Benteng Laut Kepri Diperkuat, Mako Bakamla Jadi Senjata Baru Jaga Perbatasan

8
×

Benteng Laut Kepri Diperkuat, Mako Bakamla Jadi Senjata Baru Jaga Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura memberikan kata sambutan pada peresmian Mako Zona Bakamla Barat, Tengah dan Timur di Jembatan IV, Pulau Setokok, Barelang, Kota Batam, Kamis (23/4/2025). (Uya/DISKOMINFO KEPRI)

Batam, Anambasnews.com – Pengamanan laut di Kepulauan Riau makin diperketat. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya memperkuat sistem keamanan maritim di wilayah yang dikenal sebagai gerbang utara Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat peresmian Markas Komando (Mako) Zona Barat, Tengah, dan Timur milik Bakamla RI di Jembatan IV, Pulau Setokok, Barelang, Batam, Kamis (23/4/2026).

“Kepri ini wilayah laut. Potensinya besar, tapi ancamannya juga nyata,” tegas Nyanyang.

Dengan posisi strategis di jalur internasional Selat Malaka, perairan Kepri kerap jadi titik rawan aktivitas ilegal. Mulai dari pencurian ikan, penyelundupan, hingga pelanggaran batas wilayah.

Kehadiran Mako Bakamla disebut jadi game changer. Fasilitas ini akan jadi pusat komando untuk memantau dan merespons cepat setiap potensi gangguan di laut.

“Kalau dulu respons bisa lambat, sekarang harus cepat dan terukur,” ujarnya.

Pemprov Kepri juga tak tinggal diam. Sinergi dengan aparat TNI-Polri terus diperkuat, bahkan insentif diberikan bagi personel yang bertugas di pulau terluar sejak 2024.

Di sisi lain, stabilitas keamanan laut terbukti berdampak langsung ke ekonomi. Pertumbuhan Kepri yang tembus 6,94 persen pada 2025 jadi bukti bahwa laut yang aman ikut mendorong investasi dan aktivitas logistik.

Nyanyang pun berharap kolaborasi dengan Bakamla terus diperkuat agar laut Kepri tetap aman dan berdaulat.

“Kalau laut aman, ekonomi jalan,” tutupnya.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *