Natuna, Anambasnews.com – Aktivitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunguran Barat, Sedanau, resmi dihentikan sementara. Penutupan tersebut ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Ditutup Sementara Sampai Dengan Waktu Yang Belum Ditentukan” di lokasi dapur.
Penutupan ini diduga berkaitan dengan konflik internal antara pihak Yayasan Rakyat Cerdas Ternutrisi dengan mitra dapur. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Sekertaris Yayasan, Agung Anugrah Putra, pihak mitra sebelumnya meminta pihak yayasan untuk memberhentikan asisten lapangan (aslap).
Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh yayasan. Pihak yayasan beralasan bahwa aslap yang dimaksud selama ini bekerja secara maksimal dan tidak melakukan pelanggaran dalam tugasnya.
“Kalau dilakukan pemecatan tanpa dasar yang jelas, itu dinilai tidak adil. Aslap selama ini bekerja dengan baik,” ungkap Agung saat di hubungi media, Sabtu, 22 Maret 2026 malam.
Selain itu, disebutkan bahwa aslap merupakan tenaga yang direkrut oleh pihak mitra, sehingga yayasan merasa tidak memiliki kewenangan langsung untuk melakukan pemecatan sepihak.
Konflik ini diduga bukan disebabkan oleh kinerja, melainkan adanya persoalan pribadi antara oknum aslap dengan pihak mitra.
Akibat ketidaksepahaman tersebut, mitra kemudian melaporkan pihak yayasan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dengan usulan pergantian pengelola yayasan.
Tak lama berselang, tanpa adanya kesepakatan bersama, pihak mitra disebut langsung mengambil langkah penutupan atau penyegelan dapur MBG di Bunguran Barat.
Penutupan ini berdampak pada terhentinya operasional dapur yang sebelumnya melayani kebutuhan makan bergizi bagi masyarakat setempat.
Hingga saat ini, media masih meminta keterangan resmi dari pihak mitra dan pihak terkait mengenai solusi atas permasalahan tersebut maupun kapan dapur MBG akan kembali beroperasi.(*Dani)













