Lingga, Anambasnews.com – Suasana meriah menyelimuti Lapangan Desa Tajur Biru, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, pada Rabu, 31 Desember 2025 sore.
Ratusan warga memadati arena pertandingan untuk menyaksikan final sekaligus momen penutupan Turnamen Tajur Biru Open. Turnamen yang digelar sejak 23 Oktober 2025 lalu ini diikuti sebanyak 64 tim.
Kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat Desa Tajur Biru mendapat perhatian istimewa dari Camat Temiang Pesisir, Hendra, yang hadir langsung untuk menutup ajang tersebut. Dalam final yang mempertemukan Nazira FC melawan PSTK Tanjung Kelit FC, PSTK Tanjung Kelit FC keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2-1, meraih juara 1 sekaligus membawa pulang piala dan uang pembinaan.
Dalam sambutannya, Camat Hendra memberikan apresiasi tinggi kepada panitia, Kepala Desa Tajur Biru, masyarakat, dan seluruh peserta yang telah menjadikan turnamen ini sukses dari awal hingga akhir.
“Kegiatan semacam ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pembinaan olahraga,” ujarnya. “Saya sangat mengapresiasi masyarakat dan pemuda Desa Tajur Biru yang begitu kompak dan peduli terhadap pengembangan olahraga, khususnya bagi generasi muda. Melalui turnamen seperti ini, kita dapat menumbuhkan semangat sportivitas, mempererat persaudaraan, dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola yang dapat membanggakan daerah kita.”
Sementara itu, Kepala Desa Tajur Biru, Herman, juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan olahraga berbasis masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap program kepemudaan dan olahraga yang berorientasi pada pembinaan karakter dan talenta muda.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Tajur Biru ini luar biasa. Jangan berhenti di sini. Mari terus jaga kekompakan ini untuk membangun desa dan daerah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Turnamen yang dibuka langsung oleh Camat Temiang Pesisir pada awal pelaksanaannya berjalan seru dan penuh semangat. Di babak final, sorak-sorai penonton menggema di tepi lapangan, memberi semangat bagi para pemain yang tampil dengan gigih. Panitia kemudian menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan sportivitas mereka.
Kemeriahan di akhir turnamen menjadi bukti nyata bahwa semangat olahraga masih hidup kuat di tengah masyarakat. Selain sebagai ajang pertandingan, ajang ini menjadi simbol harapan munculnya generasi muda yang berbakat, bermental juara, dan siap mengharumkan nama daerah di masa depan.(*Suharman)













