Batam

Senator Ria Saptarika Sosialisasi 4 Konsensus Berbangsa dan Bernegara di Tanjung Riau Batam

38
×

Senator Ria Saptarika Sosialisasi 4 Konsensus Berbangsa dan Bernegara di Tanjung Riau Batam

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Empat Pilar di Tanjung Riau Berlangsung Hidup, Ria Saptarika Sentil Isu Perubahan Iklim yang Kian Nyata (Foto: Ist)

 

Batam, Anambasnews.com — Suasana hangat menyelimuti RW 01/02 Kelurahan Tanjung Riau, Sekupang, Kamis (11/12/2025) malam. Sekitar 150 warga dari berbagai usia berkumpul mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang kali ini dikemas dengan tema yang dekat dengan keseharian masyarakat pesisir: kewaspadaan terhadap perubahan iklim.

Hadir sebagai narasumber utama, Ria Saptarika tampil lugas dan komunikatif. Alih-alih bicara teori, ia memilih membumikan isu perubahan iklim melalui contoh-contoh yang sudah dirasakan warga Batam—banjir rob, angin kencang, cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba.

“Perubahan iklim bukan lagi isu dunia yang jauh dari kita. Kepri itu rumah kita, dekat dengan laut, dan sangat rentan. Jadi kita semua harus waspada,” tegas Ria disambut anggukan warga.

Ia mengaitkan isu lingkungan dengan nilai-nilai Empat Pilar MPR—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila, terutama gotong royong dan persatuan.

“Menjaga kampung bukan tugas pemerintah saja. Persatuan dan gotong royong itu nyata ketika kita bersama-sama mencegah bencana,” ujarnya.

Warga terlihat antusias. Ketika Ria membahas fenomena banjir rob dan kondisi drainase, banyak warga saling berbisik mengingat kejadian-kejadian serupa di kampung mereka.

Untuk membantu warga memahami langkah mitigasi, Ria menyarankan tindakan kecil yang bisa dimulai dari rumah: membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, hingga ikut gotong royong rutin. “Tindakan sederhana itu akan berpengaruh besar kalau dilakukan bersama-sama,” ucapnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Warga mengungkapkan beragam keresahan mulai dari banjir kiriman, drainase tersumbat, hingga lambatnya penanganan saat cuaca ekstrem. Ria merespons semua pertanyaan dengan penjelasan praktis dan mudah diterapkan.

Puncak keakraban terjadi saat panitia menggelar kuis interaktif seputar Empat Pilar dan perubahan iklim. Suasana mendadak riuh ketika warga berebut menjawab demi mendapatkan hadiah kecil. Cara ini membuat sosialisasi tak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.

Di tengah sesi, Ria kembali menegaskan pesan pentingnya: “Peduli lingkungan itu bagian dari cinta tanah air. Kalau kampung aman, Indonesia juga kuat.”

Antusiasme warga tak surut bahkan sampai acara hendak ditutup. Beberapa tokoh masyarakat menyatakan kesiapannya membentuk kelompok kecil yang fokus pada kerja-kerja lingkungan di tingkat RT/RW.

Acara kemudian diakhiri foto bersama, dengan panitia menyampaikan harapan agar sosialisasi seperti ini digelar rutin karena terbukti menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir.

Sosialisasi malam itu menuai respons positif. Perpaduan antara edukasi kebangsaan, isu lingkungan, dan interaksi yang cair membuat kegiatan terasa relevan dan dekat dengan warga Tanjung Riau—sebuah pendekatan yang dinilai efektif di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *