Pendidikan dan KesehatanRohil

Lapas Bagansiapiapi Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Skrining HIV bagi Warga Binaan

11
×

Lapas Bagansiapiapi Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Skrining HIV bagi Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Bagansiapiapi menggelar Skrining HIV untuk Warga Binaan, (Foto: Ist)

Rohil, Anambasnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi mengadakan skrining HIV dan penyakit menular bagi warga binaan baru pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lapas Bagansiapiapi dan Puskesmas Bagansiapiapi sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pemasyarakatan.

Plt Kepala Lapas Bagansiapiapi, Nimrot Sihotang, menyatakan bahwa skrining kesehatan adalah tahapan wajib bagi setiap warga binaan baru. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini penyakit menular sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Pemeriksaan kesehatan ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak layanan kesehatan yang optimal. Kerja sama dengan Puskesmas Bagansiapiapi membuat proses skrining berjalan lebih efektif,” ujar Nimrot.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis Lapas dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Bagansiapiapi, meliputi tes HIV, infeksi menular seksual (IMS), serta pengecekan kondisi kesehatan umum.

Dokter Lapas Bagansiapiapi, dr. Yeni Oktaria, menjelaskan bahwa skrining ini merupakan bagian dari program kesehatan berkelanjutan di Lapas. “Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapat pemeriksaan menyeluruh sejak awal masuk. Selain deteksi dini, kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular,” jelas dr. Yeni.

Puskesmas Bagansiapiapi mengapresiasi kerja sama ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk mendukung kesehatan masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan terselenggaranya skrining ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang setara bagi warga binaan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat dan aman.

Alasan perubahan:

– Judul: Judul diubah agar lebih ringkas dan menarik perhatian.
– Struktur Kalimat: Beberapa kalimat diubah agar lebih ringkas dan mudah dipahami.
– Diksi: Pemilihan kata diperbaiki agar lebih sesuai dengan konteks dan lebih formal.
– Koherensi: Alur informasi diatur agar lebih logis dan mudah diikuti.
– Redundansi: Pengulangan informasi yang tidak perlu dihilangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *