AdvetorialBatamKepri

Tekan Inflasi Daerah, Wagub Nyanyang Janjikan Solusi Kendala Lahan dan Pupuk untuk Petani Kepri

13
×

Tekan Inflasi Daerah, Wagub Nyanyang Janjikan Solusi Kendala Lahan dan Pupuk untuk Petani Kepri

Sebarkan artikel ini
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura beraudiensi dengan Pengurus KTNA Kepulauan Riau di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (5/11/2025).F-Diskominfo Kepri

Batam, Anambasnews.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kepri dalam upaya peningkatan produksi sektor pertanian dan perikanan. Penegasan ini disampaikan Wagub saat menerima audiensi Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (5/11/2025).

Audiensi yang turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, menjadi wadah bagi KTNA untuk menyampaikan sejumlah kendala, seperti keterbatasan alat pertanian (traktor) di Karimun, Lingga, dan Anambas, tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan, serta minimnya akses pupuk subsidi bagi petani, khususnya di Rempang.

Wagub Nyanyang menyatakan Pemprov akan berupaya mencari solusi. Ia menekankan pentingnya pengembangan komoditas yang berperan menekan inflasi daerah.

“Kita akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan pertanian, terutama komoditas seperti cabai merah, timun, buncis, kacang panjang, kubis, dan sawi putih yang berperan besar menekan inflasi di daerah,” ujar Wagub.

Ia juga menjanjikan koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pertanian untuk memastikan masalah pasokan pupuk yang terjangkau bagi petani dapat teratasi.

Fokus Budidaya Lobster dan Pasar Internasional

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, menambahkan bahwa Pemprov juga tengah fokus mengembangkan budidaya lobster. Program ini masih dalam tahap modeling, namun didukung penuh dari sisi penataan ruang dan kebijakan agar dapat berkembang secara berkelanjutan sebagai sektor unggulan ekonomi kelautan.

Said juga menyoroti peluang besar ekspor, terutama dengan kebijakan baru Tiongkok yang hanya mengenakan bea impor 3% untuk bahan mentah, membuka jalan bagi Kepri untuk memperluas ekspor hasil laut olahan.

KTNA Siap ke Penas 2025

Kolaborasi antara Pemprov dan KTNA semakin diperkuat melalui audiensi ini. Perwakilan KTNA menyampaikan rencana partisipasi mereka dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan 2025 di Gorontalo yang akan berlangsung selama tujuh hingga sepuluh hari pada Juni mendatang.

KTNA juga memaparkan peran strategisnya dalam ketahanan pangan daerah, termasuk kerja sama (MoU) dengan Polda Kepri melalui program Masyarakat Bebas Gizi Buruk (MBG), yang rutin mendistribusikan ikan lele hingga satu ton per minggu dan jagung sebanyak 50 ton per bulan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *