AnambasKepriSosial dan Ekonomi

Ekspor Ikan Kerapu Anambas Terhenti, HNSI Kepri Dorong Pemerintah Aktifkan Kembali

16
×

Ekspor Ikan Kerapu Anambas Terhenti, HNSI Kepri Dorong Pemerintah Aktifkan Kembali

Sebarkan artikel ini
Ikan Kerapu, (Foto: Internet)

Anambasnews.com – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prihananto, mendesak pemerintah pusat untuk segera mengaktifkan kembali akses ekspor ikan hidup dari Kabupaten Kepulauan Anambas ke Hong Kong.

Eko menyatakan bahwa potensi perikanan di Anambas sangat signifikan dan telah lama menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir. Terhentinya ekspor ikan hidup ke Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, akibat berbagai faktor teknis dan kebijakan internasional, sangat disayangkan.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat dapat segera membuka kembali akses ekspor ikan hidup dari Anambas. Banyak nelayan dan pembudidaya ikan yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas ini,” ujar Eko, pada Jumat 7 November 2025.

Eko menjelaskan bahwa hambatan ekspor ke Hong Kong sebelumnya disebabkan oleh kondisi global, terutama perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hong Kong, sebagai wilayah administratif Tiongkok, memperketat aturan impor, termasuk ikan hidup dari Indonesia.

“Hong Kong berada di bawah kekuasaan Cina. Saat perang dagang, Cina melakukan evaluasi mendalam terhadap barang-barang impor, yang berdampak pada penghentian sementara ekspor ikan dari Anambas,” jelasnya.

Eko menegaskan bahwa komoditas unggulan Anambas yang siap diekspor tetaplah ikan kerapu. Ikan ini memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional dan menjadi andalan nelayan budidaya di wilayah perbatasan.

“Kerapu masih menjadi primadona. Permintaan dari Hong Kong tetap tinggi, yang diperlukan adalah bagaimana pemerintah membuka kembali akses dan mempermudah jalur pengiriman,” tambahnya.

HNSI Kepri terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar masalah ekspor ini segera teratasi. “Kami terus bekerja sama dengan pemerintah pusat. Masyarakat Anambas diharapkan bersabar karena keterbatasan kapal ekspor. HNSI Provinsi akan terus berjuang agar ekspor ini dapat kembali berjalan,” tegas Eko.

Eko meyakini bahwa pembukaan kembali ekspor akan berdampak besar pada ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat pembudidaya ikan. Aktivitas perdagangan ikan hidup ke luar negeri dapat menghidupkan kembali ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Jika ekspor dibuka kembali, ekonomi masyarakat akan menguat dan kesejahteraan pembudidaya ikan di Anambas akan meningkat,” pungkasnya.(*Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *