ANAMBASNEWS.COM – Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, saat ini sedang mengalami krisis listrik yang parah. Defisit daya listrik mencapai 800 kilowatt (kW) akibat kerusakan dua mesin pembangkit listrik. Kapasitas listrik yang tersedia hanya 2.400 kW, sedangkan kebutuhan normal masyarakat mencapai 3.200 kW.
Kepala Bakesbangpol Anambas, Herry Fakhrizal, menyatakan bahwa kerusakan dua mesin pembangkit listrik tersebut menyebabkan pemadaman bergilir di Pulau Siantan. “Dua mesin pembangkit mengalami kerusakan, akibatnya kita mengalami defisit 800 Kw. Solusi sementara adalah dengan melakukan pemadaman bergilir,” kata Herry.
Kerusakan pada mesin MTU 3 disebabkan oleh korsleting pada gulungan dinamo yang mengakibatkan panas berlebih dan memicu kebakaran lokal. Sementara kerusakan pada mesin MTU 4 diduga akibat akumulasi panas dan gangguan sistem pelumasan yang mempercepat keausan mesin.
“Usia kedua mesin juga sudah lebih dari 10 tahun. Tanpa perawatan intensif, kerusakan sangat mudah terjadi,” jelas Herry, Minggu, 3 Agustus 2025.
Sementara itu, Manager PLN Anambas, Ade Listrian, mengatakan bahwa jadwal pemadaman listrik di Pulau Siantan telah berubah drastis. “Ya benar, kita ada jadwal baru. Sebelumnya 3 jam, kini jadi 5 jam sehari dalam satu sesi,” kata Ade.
Menurut nya, ada empat teknisi dari PLN Tanjungpinang telah tiba di Tarempa untuk membantu perbaikan. Proses pemulihan ditargetkan selesai maksimal dalam 10 hari sejak 1 Agustus.
Ade meminta maaf kepada masyarakat Siantan atas ketidaknyamanan yang dialami akibat pemadaman bergilir ini. “Mohon doanya saat ini tim kami sedang bekerja. Maaf atas tidak kenyamanannya,” ucap Ade.
Ia menghimbau masyarakat untuk bersabar dan menghemat penggunaan listrik selama proses perbaikan berlangsung.(*Ak)













