ANAMBASNEWS.COM – Pemadaman listrik selama lima jam pada Sabtu, 5 April 2025 malam di sejumlah wilayah Kecamatan Siantan menuai keluhan dari masyarakat.
Pemadaman yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 03.30 WIB dini hari tersebut dilakukan oleh PLN Anambas untuk melakukan pergantian trafo di Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur.
Wilayah yang terdampak pemadaman meliputi Desa Tarempa Timur, Kelurahan Tarempa, Desa Sri Tanjung, Desa Tarempa Barat, dan Desa Tarempa Selatan.
Warga mengaku kecewa karena aktivitas pergantian trafo dilakukan pada malam hari, mengganggu waktu istirahat dan kenyamanan keluarga.
“Ya malam tadi listrik padam, anak-anak saya susah tidur. Jujur saja kita ini sangat terganggu dengan pemadaman listrik yang terlalu lama,” ujar seorang warga, Bagas, pada Minggu, 6 April 2025.
Ia menyarankan agar pergantian trafo dilakukan pada siang hari, apalagi Sabtu adalah hari libur yang tidak akan terlalu mengganggu aktivitas warga.
Bagas pun berharap ke depan PLN dapat lebih bijak dalam menentukan waktu pelaksanaan pemeliharaan peralatan.
“Mungkin perlu dievaluasi ke depan agar ganti trafo dilakukan siang hari saja. Kalau malam kan susah kita-kita ini mau tidur, khususnya anak-anak lah,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala PLN Anambas, Ade Listrian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa informasi pemadaman sudah disampaikan melalui grup WhatsApp agar warga bisa mengantisipasi.
“Kalau ada pekerjaan yang terencana pasti kami beri informasi ke warga. Kecuali kalau ada kejadian seperti kelelawar tersengat listrik atau pohon tumbang yang menyebabkan listrik padam. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan,” kata Ade.
Ade menjelaskan, pergantian trafo harus dilakukan segera karena trafo di Tanjung Momong sudah rusak dan tidak mampu lagi menyuplai listrik.
“Estimasi pergantian trafo memakan waktu 3 jam, tapi dalam pelaksanaannya malah 5 jam. Kami minta maaf kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, lamanya proses pergantian disebabkan oleh keterbatasan alat, seperti tidak adanya crane untuk mengangkat trafo, sehingga harus dilakukan dengan cara tradisional.
Dengan kejadian ini, masyarakat berharap PLN dapat meningkatkan pelayanan dan melakukan perbaikan sarana pendukung guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(Ak)













