BeritaKepriTanjungpinang

Kejati Kepri Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-96

39
×

Kejati Kepri Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-96

Sebarkan artikel ini
Asisten Pembinaan Kejati Kepri, Atik Rusmiaty Ambarsari, S.H., M.H., sebagai Inspektur Upacara, Senin, 23/12/2024. (Foto: dok. Kajati Kepri)

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kejati) menggelar upacara memperingati Hari Ibu ke-96 di lapangan Kantor Kejati Kepri. Bertemakan “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” Senin, 23 Desember 2024.

Upacara ini berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Asisten Pembinaan Kejati Kepri, Atik Rusmiaty Ambarsari, S.H., M.H., sebagai Inspektur Upacara.

Acara tersebut diikuti oleh jajaran Kejati Kepri, Kajari Tanjung Pinang, Kajari Bintan, serta seluruh pegawai Kejati Kepri dan Kejari di wilayahnya. Yang menarik, semua petugas upacara adalah perempuan, mencerminkan semangat pemberdayaan perempuan.

Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan bahwa sejarah perjuangan perempuan Indonesia dimulai jauh sebelum kemerdekaan, seperti melalui Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Kongres ini menjadi tonggak sejarah yang menginspirasi Hari Ibu sebagai perayaan nasional sejak 1959.

Pesan utama dalam amanat tersebut adalah pentingnya kesetaraan gender dan peran perempuan dalam mencapai kemajuan bangsa.

Dengan hampir setengah populasi Indonesia terdiri dari perempuan, kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif perempuan di berbagai sektor.

Program Prioritas Menuju Indonesia Emas 2045
Arah kebijakan pemerintah untuk pemberdayaan perempuan dalam lima tahun ke depan meliputi tiga program prioritas:
1. Ruang Bersama Merah Putih (RBMP): Sebagai ruang praktik demokrasi dengan nilai-nilai kesetaraan gender.
2. Perluasan Fungsi Call Centre SAPA 129: Untuk perlindungan perempuan dan anak.
3. Satu Data Gender dan Anak Berbasis Desa: Mendukung kebijakan berbasis data yang inklusif.

Semua program ini dirancang untuk menghadapi tantangan global, termasuk krisis energi dan pangan, sekaligus mempersiapkan generasi emas Indonesia pada 2045.

Peringatan Hari Ibu ke-96 juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali prinsip “equal partnership,” di mana perempuan dan laki-laki berjalan berdampingan membangun bangsa.

Semangat ini diharapkan terus menginspirasi generasi muda dalam membangun masyarakat yang inklusif, berkeadilan, dan harmonis.

Upacara ditutup dengan doa bersama yang menggambarkan harapan besar bagi kemajuan perempuan Indonesia. Kejati berharap semangat Hari Ibu ini dapat mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Selamat Hari Ibu ke-96, untuk semua perempuan Indonesia. “Perempuan berdaya, anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045.”(*Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *