ANAMBASNEWS.COM – Sapril (52), petani asal Desa Tarempa Selatan ditemukan meninggal dunia oleh warga saat hendak menuju ke kebunnya yang berada di Gunung Kromong, Rintis Hulu, Rabu, (30/10) sore.
Jenazah Sapril pertama kali ditemukan oleh abang kandungnya, Abu Janet. Dikatakan Janet, Sapril pergi ke kebunnya pada pukul 06.30 WIB.
Kepada batampos, Abu Janet menjelaskan ia tak menyangka adiknya itu tersungkur di area perkebunan. Waktu itu, ia sengaja menyusul abangnya karena gelisah.
“Saya menyusul jam dua siang. Ya biasanya kami ambil rumput untuk makan ternak,” ujar Abu Janet, Kamis, (31/10) siang.
Belum sampai di kebun, Janet terkejut melihat abangnya tersungkur di semak belukar sekitar pukul 14.30 WIB.
“Saya panggil, tak menyahut. Saya dekati, langsung lemas saya tak bisa apa-apa. Dah tak ada nyawa lagi adik saya itu,” tutur Abu Janet.
Usai menemukan adiknya yang tak bernyawa, Janet lantas pulang pergi ke rumah Sapril untuk memberi tahu kepada istri dan anak korban.
“Mereka sama juga dengan saya, terkejut. Nangis histeris, kami sama-sama menuju ke lokasi kejadian. Pak RT langsung telfon polisi,” sebut Janet.
Dikatakannya, korban tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Meski demikian, Janet tak menampik jika adiknya itu mengalami kelelahan.
“Biasa dia sehat-sehat saja, mungkin karena faktor kelelahan. Keluarga ikhlas, semoga almarhum tenang,” kata Janet lirih.
Sementara itu, Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, korban tidak mengalami luka-luka tanda kekerasan. Namun ada sedikit goresan yang terdapat di wajah dan lututnya.
“Tak ada tanda kekerasan. Kita lihat korban kelelahan. Tapi, yang tadi ada goresan itu ya karena serpihan kayu. Kalau untuk detail kita ga tau mungkin dokter lah yang tahu,” kata Sutomo.
Saat ini, jenazah korban sudah dimakamkan oleh piham keluarganya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Tarempa Selatan.(Burhan)













