ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bakung Serumpun, Yunny Kamariyah Salam, mengadakan pelatihan Tepuk Tepung Tawar dan Mak Inang Pengantin Melayu di panggung sepak bola Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Sabtu, 13 September 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten, pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat beserta staf, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tim PKK desa se-Kecamatan Bakung Serumpun.
Saat itu, Yunny Kamariyah Salam mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan adat istiadat agar dapat diwariskan kepada generasi muda, khususnya ibu-ibu.
“Meski tradisi Tepuk Tepung Tawar sering dilakukan, sebagian besar pelaksanaannya masih dilakukan oleh orang-orang yang sudah sepuh. Kami ingin mencetak generasi muda agar adat kita tetap berjalan dan berkembang,” kata Yunny Kamariyah Salam.
Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi para peserta, khususnya dari LAM kecamatan, LAM Desa, dan lainnya, untuk belajar dan mempraktikkan langsung tata cara yang benar.
Sementara itu, Lazuhardi, sebagai narasumber, menjelaskan tahapan, makna, hingga alat peraga yang digunakan dalam tradisi ini. Tepuk Tepung Tawar merupakan doa restu yang melambangkan harapan agar terhindar dari bahaya, mendekatkan pada kebaikan, dan memberikan keberkahan yang berkelanjutan. Perkakas dan bahan yang digunakan dalam ritual ini juga memiliki makna simbolis yang disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman.
Lazuhardi berharap pelatihan ini dapat menyamakan tata cara Tepuk Tepung Tawar di wilayah Kecamatan Bakung Serumpun, khususnya di desa-desa.
“Saya berharap, setiap peserta berani untuk belajar dan praktik. Ini adalah kesempatan kita untuk belajar bersama,” ujar Lazuhardi.(*Suharman)













