Bintan

Solusi Kekeringan SKL, Pemkab Bintan Rencanakan Sumur Bor dan Evaluasi Waduk

13
×

Solusi Kekeringan SKL, Pemkab Bintan Rencanakan Sumur Bor dan Evaluasi Waduk

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, (Foto: Istimewa)

Bintan, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Bintan terus menangani kekeringan yang telah melanda selama lebih dari satu bulan. Selain melakukan penyaluran air bersih sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Bintan juga mengevaluasi kondisi untuk antisipasi jangka panjang.

“Prinsipnya, kita upayakan solusi tercepat untuk minimal memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hari ini kita memeriksa sumber air baku yang ada dan memetakan langkah strategis sebagai antisipasi jangka panjang,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, Senin, 30/3/2026 saat meninjau Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Instalasi Kecil Kompak (IKK) Seri Kuala Lobam di Sei Lepan.

Setelah peninjauan, Sekda Ronny bersama unsur terkait menggelar Rapat Terbatas untuk merumuskan kebijakan strategis. Hasilnya, sumur bor beserta penampung akan segera dibangun di tiga wilayah terdampak akibat berhenti pengoperasian SPAM IKK Seri Kuala Lobam, yaitu Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah.

“Kami telah melaporkan ke Bupati dan beliau langsung menyetujui. Sumur bor akan dibangun sesegera mungkin dengan target beroperasi dalam waktu dua pekan ke depan. Sementara itu, pasokan air bersih dari OPD terkait dan bantuan dari Badan Infrastruktur Indonesia Timur (BIIE) tetap terus disalurkan ke pemukiman warga,” jelasnya.

Sumur bor tersebut akan menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam. Titik sementara akan ditempatkan di halaman Kantor Lurah dan Kantor Desa masing-masing lokasi.

Ronny menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ditambah titik sumur bor lainnya jika memungkinkan.

“Sementara tiga titik tersebut menggunakan lahan milik Pemerintah Kabupaten, tim akan segera melakukan survei dan kajian lokasi. Bagi masyarakat yang tinggal cukup jauh dari titik tersebut, kita akan evaluasi apakah ada lokasi lain yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor, baik dari sisi lahan maupun faktor teknis lainnya, karena fasilitas ini akan digunakan secara terbuka oleh masyarakat,” tambahnya.

Untuk langkah jangka menengah dan panjang, Pemkab Bintan akan melakukan kajian serta perhitungan terkait pemanfaatan sumber air baku dari waduk-waduk yang ada, seperti Waduk Kampung Limau (Desa Busung). Secara teknis, volume air dan kandungan pH di waduk tersebut telah memenuhi standar air baku SPAM.(*Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *