AnambasSosial dan Ekonomi

Roro Tradisional Jadi Andalan, Antrean Memanjang di Pelabuhan Antang

52
×

Roro Tradisional Jadi Andalan, Antrean Memanjang di Pelabuhan Antang

Sebarkan artikel ini
Roro Tradisional di Pelabuhan Antang, (Foto: Julianto/Anambasnews.com)

Anambasnews.com – Ramainya arus penumpang angkutan Roro tradisional yang melayani rute Tarempa Timur–Air Asuk dan Piabung mulai terlihat signifikan pada Minggu, 22/3/2026. Lonjakan penumpang terjadi sejak pagi hari, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang momen hari besar.

Pantauan di Pelabuhan Basarnas Antang, Tarempa Timur, menunjukkan lokasi sudah dipadati warga sejak pagi buta. Mereka datang dengan membawa berbagai barang bawaan hingga sepeda motor yang akan ikut diangkut menggunakan kapal Roro tradisional tersebut.

Keberadaan kapal Roro yang mampu mengangkut sepeda motor menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini menyebabkan antrean kendaraan terlihat mengular hingga ke area luar pelabuhan.

Salah satu warga, Saiful, mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Namun, saat ia datang, antrean penumpang sudah cukup panjang dan padat.

“Lumayan ramai, dari jam 7 pagi baru bisa berangkat jam 10 pagi,” ujar Saiful yang berangkat bersama keluarganya.

Ia juga menuturkan bahwa kondisi antrean sempat tidak teratur. Banyak warga yang berusaha naik lebih dulu ke kapal, sehingga terjadi desakan di area dermaga. Menurut Saiful, kurangnya pengaturan membuat situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas mulai mengarahkan penumpang agar kembali tertib.

Untuk mengantisipasi hal tersebut dan memastikan keamanan, pihak kepolisian turun langsung melakukan pengamanan di lokasi. Personel dikerahkan guna memastikan proses naik turun penumpang berjalan lancar dan aman.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, mengatakan pihaknya telah menurunkan sejumlah personel untuk menjaga ketertiban di kawasan pelabuhan.

“Kami turunkan anggota untuk mengatur antrean dan memastikan masyarakat tidak berdesak-desakan saat hendak naik ke kapal,” tegas Dodi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama serta menekankan pentingnya kedisiplinan dalam proses antre.

Lebih lanjut, Dodi mengingatkan para nakhoda kapal agar tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran.

“Jangan sampai overkapasitas. Itu sangat berbahaya dan ada konsekuensi hukum yang bisa dikenakan kepada nakhoda jika melanggar aturan, termasuk sanksi pidana,” tegasnya.(*Julianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *