Bintan, Anambasnews.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani bersama pengurus PKK Kabupaten Bintan mengikuti demonstrasi pengolahan makanan berupa flosroll abon ikan dan pizza lakse, sebelum secara resmi membuka kegiatan Cooking Class dan Manajemen Food Cost bertema “Mengolah Peluang Inovasi Kuliner Khas Bintan”. Kegiatan dilaksanakan di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Kawasan Wisata Lagoi, Rabu (21/10).
Dalam sambutannya, Hafizha Rahmadhani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan ini.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak, melainkan wadah untuk mengasah keterampilan guna menciptakan peluang usaha bernilai ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan, khususnya ibu‑ibu PKK, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Dari rumah, kita dapat menciptakan berbagai peluang yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha kuliner,” ujar Hafizha.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bintan memiliki kekayaan bahan pangan dan potensi kuliner lokal. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak mengolah bahan‑bahan lokal menjadi produk kuliner kreatif yang diminati pasar, antara lain Pizza Lakse, Flosroll Abon Ikan Selikur/Tongkol, Taco Daun Kelor, dan Sate Lilit Nangka.
Selain pembuatan resep inovatif, peserta juga dibekali pengetahuan manajemen biaya produksi (food cost), meliputi perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, dan pengendalian biaya agar usaha kuliner yang dijalankan dapat memperoleh keuntungan.
“Jangan sampai kita sudah capek memasak, produknya enak dan kemasannya menarik, tetapi ketika dijual ternyata tidak ada keuntungannya. Saya berharap ibu‑ibu membawa pulang resep sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola usaha kuliner,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Hafizha mengajak seluruh anggota PKK untuk memulai usaha dari skala kecil dengan memanfaatkan bahan‑bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Mari kita jadikan PKK sebagai ruang bagi perempuan untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.(*Tio)













