Batam

Dukung Ekonomi dan Lindungi Warga, Wali Kota Amsakar Pastikan Data Center Bangun SWRO Mandiri

4
×

Dukung Ekonomi dan Lindungi Warga, Wali Kota Amsakar Pastikan Data Center Bangun SWRO Mandiri

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad Bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat di wawancara media, (Foto: Ist)

Batam, Anambasnews.com – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam menyiapkan solusi pemenuhan kebutuhan air bagi industri pusat data (data center) melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut. Langkah ini menjamin pertumbuhan investasi tetap berjalan tanpa mengurangi pasokan air dari waduk untuk kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kebutuhan air operasional data center harus dipenuhi dari sumber mandiri, bukan menambah beban air baku warga.

“Investasi terus didorong tumbuh, tetapi kebutuhan penunjangnya juga harus dipersiapkan. Industri yang butuh air besar wajib punya sumber sendiri lewat SWRO,” ujar Amsakar, Jumat (25/9/2026).

Kebijakan ini menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kebutuhan dasar warga. Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center, satu telah beroperasi dan menyambut baik kewajiban membangun SWRO, yang lainnya menyusul skema serupa.

Pembangunan SWRO di KEK Nongsa dan Kawasan Industri Kabil diproyeksikan menghasilkan 750 liter/detik pada tahap awal, lalu meningkat hingga 1.000 liter/detik.

“Ini saling melengkapi kebutuhan industri terpenuhi, kapasitas waduk tetap utuh untuk masyarakat,” tegasnya.

SWRO bukan sekadar solusi jangka pendek. Jika hasil pengolahan melebihi kebutuhan operasional, kelebihannya berpotensi disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga — dengan tetap memperhatikan kapasitas produksi, kualitas air, dan kesiapan jaringan distribusi.

“Kalau kapasitas dan infrastruktur memungkinkan, tentu akan bermanfaat juga bagi warga,” harap Amsakar.

Sektor data center sendiri menjadi pilar strategis ekonomi Batam, memicu pertumbuhan konstruksi, lapangan kerja profesional, serta sektor-sektor pendukung lainnya yang membawa dampak ganda bagi perekonomian (*Yuda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *