Batam, Anambasnews.com – Malam peringatan kemerdekaan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Jumat (21/8/2026), tak hanya menghadirkan kemeriahan. Di tengah ribuan warga yang hadir, panggung Semarak Kemerdekaan diubah menjadi ruang kepedulian. Pemerintah Kota Batam mengajak masyarakat membantu saudara sebangsa yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menyampaikan apresiasi sekaligus mengajak warga berbagi. Menurut Amsakar, kemerdekaan tak cukup hanya dirayakan dengan seremoni nilai kebersamaan dan kemanusiaan harus terus dihidupkan.
“Karena itu, kami memanfaatkan momentum ini untuk menggalang bantuan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana,” ujar Amsakar.
Ajakan tersebut mendapat respons luar biasa. Pada penggalangan tahap pertama, terkumpul Rp2,3 miliar dari perusahaan dan lembaga di Batam:
Sumbangan Nominal dari PT PLN Batam Rp1 miliar,
PT Wasco Engineering Indonesia Rp900 juta,
Gabungan Pengusaha Batam Rp300 juta dan
BAZNAS Kota Batam Rp100 juta
Total Rp2,3 miliar.
“Gebrakan pertama kita untuk peduli NTT sudah terkumpul Rp2,3 miliar. Ini adalah bentuk keberpihakan dan cinta kita terhadap sesama anak bangsa,” ujar Amsakar saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat NTT di Batam.
Amsakar menegaskan kepedulian ini bukan hal baru. Sebelumnya, masyarakat Batam juga menggalang Rp7,5 miliar untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Medan. Semangat itu diharapkan kembali tumbuh untuk membantu NTT.
Penggalangan masih berlanjut, masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui QRIS yang telah disiapkan panitia.
“Mari menjadi warga yang tidak hanya peduli pada pembangunan daerah, tetapi juga peka terhadap nasib saudara kita sebangsa dan setanah air,” ajak Amsakar.
Malam itu makin meriah dengan penampilan Charly Setia Band yang membawakan lagu-lagu populer seperti Jangan Pernah Berubah, Putri Iklan, Aku Terjauh, Kehilangan, Saat Terakhir, dan lainnya. Panggung kemerdekaan pun menjadi tempat perayaan sekaligus bukti bahwa kemerdekaan juga berarti hadir untuk sesama.(*Yuda)













