BatamSosial dan Ekonomi

Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Cetak Rekor Investasi Rp38,97 Triliun di Semester I

4
×

Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Cetak Rekor Investasi Rp38,97 Triliun di Semester I

Sebarkan artikel ini
Kinerja investasi Batam Semester I 2026. (Foto: BP Batam)

Batam, Anambasnews.com – Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi sekaligus penegas arah pembangunan Batam yang terus bergerak maju. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan iklim penanaman modal, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas logistik, serta kemudahan berusaha terus diarahkan agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dan merata oleh masyarakat luas.

Kinerja investasi Batam sepanjang Semester I 2026 mencatat pertumbuhan yang sangat mengesankan dan terus memacu momentum positif yang telah dimulai sejak awal tahun. Setelah pada Triwulan I 2026 mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun atau tumbuh sebesar 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), laju pertumbuhan tersebut berlanjut dan semakin menguat hingga memasuki paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up yang dikembangkan oleh BP Batam, realisasi investasi Batam hingga akhir Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun. Sementara itu, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi pada periode yang sama tercatat sebesar Rp29,89 triliun. Dua angka yang saling melengkapi ini memperlihatkan betapa kuatnya aktivitas penanaman modal di Batam sekaligus semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi nasional yang memiliki prospek pertumbuhan cerah ke depan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa capaian investasi yang terus meningkat dari triwulan ke triwulan mencerminkan semakin kokohnya kepercayaan para investor terhadap iklim usaha di Batam sekaligus menjadi bukti konsistensi BP Batam dalam terus membangun dan menjaga lingkungan investasi yang kompetitif, transparan, dan berdaya saing tinggi.

“Nilai investasi yang masuk tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kawasan ini mampu memberikan kepastian berusaha, mempercepat setiap proses pelayanan, serta memastikan setiap rencana investasi dapat segera direalisasikan dan pada akhirnya memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas,” ujar Amsakar menjelaskan makna di balik tingginya angka investasi yang tercatat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat dari waktu ke waktu. Tugas utama kita semua adalah memastikan kepercayaan yang berharga ini dijawab dengan pelayanan yang semakin prima, kepastian dalam berusaha, serta pembangunan infrastruktur yang terus diperbarui dan diperluas guna menjawab kebutuhan para investor,” tegasnya, Sabtu, 15/8/2026.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan investasi Batam pada Triwulan I yang mencapai 102,85 persen ternyata hampir 14 kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan investasi nasional yang tercatat sebesar 7,2 persen pada periode yang sama. Lebih mengesankan lagi, Batam mampu menyumbang kontribusi sebesar sekitar 26,5 persen terhadap total tambahan investasi nasional pada triwulan pertama tahun ini sebuah pencapaian yang menegaskan peran strategis Batam sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Amsakar menegaskan bahwa capaian yang telah diraih pada paruh pertama tahun ini menjadi modal yang sangat kuat sekaligus landasan kokoh untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026. Dengan target investasi keseluruhan yang ditetapkan sebesar Rp70 triliun, realisasi berdasarkan LKPM sebesar Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari sasaran tahunan. Sementara berdasarkan metode pemantauan internal BP Batam, angka Rp38,97 triliun telah menyentuh 55,67 persen dari target berarti dalam waktu enam bulan, Batam telah melampaui separuh perjalanan menuju sasaran yang ditetapkan.

“Kita tidak boleh berpuas diri hanya dengan melihat angka-angka yang terus naik. Yang jauh lebih penting dan menjadi fokus utama kita adalah bagaimana investasi ini terus bergerak maju, proyek-proyeknya segera terbangun, lapangan kerja terus terbuka lebar, industri berkembang pesat, dan seluruh aktivitas ekonomi ini memberikan efek berganda yang nyata bagi perekonomian Batam,” ungkap Amsakar menekankan pentingnya dampak riil di balik setiap angka investasi yang tercatat.

Ia menambahkan bahwa BP Batam akan terus memperkuat berbagai aspek penunjang iklim usaha, mulai dari kemudahan perizinan, kepastian regulasi, percepatan proses pelayanan di setiap tahapan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung, guna menjaga dan terus meningkatkan daya saing Batam di mata dunia investasi nasional maupun internasional.

Selain itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai bahwa tingginya angka realisasi investasi yang terus berdatangan harus senantiasa diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Investor, katanya, membutuhkan ekosistem yang mampu memberikan kepastian sejak tahap awal perencanaan investasi hingga proyek selesai dibangun dan mulai beroperasi.

“Pelayanan publik harus semakin cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Kerja sama antarinstansi harus semakin erat dan terjalin dengan baik, sementara berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha harus dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan terukur. Semua ini merupakan faktor penentu yang sangat penting untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian berusaha bagi setiap investor yang datang ke Batam,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan bahwa BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus membangun dan memperkuat koordinasi yang lebih efektif agar setiap kebutuhan yang disampaikan oleh investor dapat segera dipahami dan direspons dengan tepat.

“Kita memiliki cita-cita yang jauh lebih besar daripada sekadar angka investasi: kita ingin para investor tidak hanya datang dan menanamkan modal di Batam, tetapi juga merasa nyaman, betah, dan melihat masa depan cerah sehingga mereka terus berkembang dan melakukan ekspansi usaha yang lebih luas di masa-masa mendatang,” tambahnya.

Keberhasilan kinerja investasi, lanjut Li Claudia, pada akhirnya harus tercermin secara nyata pada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas terciptanya lapangan kerja yang layak, tumbuh dan menguatnya industri lokal, meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor, serta terangkatnya daya saing Batam secara berkelanjutan.

Pertumbuhan investasi yang terus bergerak naik ternata membawa dampak langsung yang sangat menggembirakan terhadap penyerapan tenaga kerja di Batam. Jumlah tenaga kerja yang tercatat dalam proyek-proyek penanaman modal meningkat pesat dari 30.979 orang pada Semester I tahun 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I tahun 2026. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, telah terbuka sekitar 9.964 lapangan kerja baru, yang berarti terjadi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 32,16 persen.

Angka ini menjadi indikator yang sangat jelas dan meyakinkan bahwa investasi yang masuk ke Batam semakin terhubung erat dengan aktivitas ekonomi riil. Ketika proyek pembangunan terus berjalan, industri mulai memasuki tahap produksi, dan kegiatan usaha semakin berkembang, maka kebutuhan terhadap tenaga kerja pun ikut bertambah membuktikan bahwa pertumbuhan investasi di Batam benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp17,48 triliun, dan pada Triwulan II bertambah sebesar Rp12,41 triliun. Dengan demikian, total realisasi Semester I mencapai Rp29,89 triliun. Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian ini tumbuh 27,31 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan kumulatif tercatat 62,75 persen.

Namun, berdasarkan metode pemantauan internal bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I mencapai Rp38,97 triliun, yang terdiri atas Rp36,58 triliun berupa modal tetap dan Rp2,39 triliun berupa modal lancar. Capaian ini tumbuh 36,03 persen secara tahunan dan 57,01 persen secara kumulatif. Perbedaan angka antara LKPM dan metode pemantauan internal merupakan hal yang wajar dan muncul akibat perbedaan metode dan basis pengukuran. Kedua angka tersebut saling melengkapi dan digunakan secara bersama untuk memperoleh gambaran perkembangan investasi yang lebih utuh, menyeluruh, dan akurat.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa arah penguatan investasi Batam ke depan tidak akan sekadar mengejar peningkatan nilai semata, melainkan lebih mengutamakan peningkatan kualitas serta nilai tambah yang dihasilkan.

Menurutnya, Batam memiliki peluang yang sangat besar dan terbuka untuk terus mengembangkan investasi pada sektor-sektor unggulan seperti manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan atau artificial intelligence, sektor energi, jasa logistik, serta pengembangan industri hilir.

“Batam tidak lagi sekadar menjadi kawasan industri biasa. Batam telah berkembang dan bertransformasi menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia yang memiliki daya tarik kuat baik bagi investor dalam maupun luar negeri,” tegas Fary.

Ia menambahkan bahwa BP Batam akan terus mengawal pelaksanaan berbagai proyek strategis agar setiap investasi yang telah masuk dapat segera terealisasi, beroperasi, dan memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan capaian Semester I yang telah menembus lebih dari separuh target berdasarkan metode pemantauan internal, BP Batam menyatakan optimisme yang tinggi bahwa momentum pertumbuhan investasi yang sangat positif ini dapat terus dijaga dan dipertahankan hingga berakhirnya tahun 2026.

Bagi Amsakar Achmad, angka-angka yang terus tumbuh ini bukan sekadar indikator kinerja yang tercatat di atas laporan, melainkan sinyal harapan yang sangat positif bagi masa depan perekonomian Batam.

“Batam harus terus tumbuh dan berkembang menjadi kota investasi yang kompetitif, produktif, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat. Kita jaga terus kepercayaan yang telah diberikan para investor, kita percepat setiap proses realisasinya, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh warga,” pungkas Amsakar dengan tegas.

Dengan kolaborasi yang terus terjalin erat antara pemerintah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, Batam terus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia yang menuju kian terbuka menuju pasar Asia Tenggara.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *