BatamKepri

Sosek Malindo ke-22 Resmi Dibuka di Batam, Perkuat Kerja Sama Kepri-Riau dengan Johor dan Melaka

15
×

Sosek Malindo ke-22 Resmi Dibuka di Batam, Perkuat Kerja Sama Kepri-Riau dengan Johor dan Melaka

Sebarkan artikel ini
Berfoto bersama usai kegiatan pembukaan (Foto: Ist)

Batam, Anambasnews.com – Pertemuan Tim Teknik dan Persidangan ke-22 Kelompok Kerja Pembangunan Sosio Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Riau serta Negeri Johor dan Melaka resmi dibuka di Grand Ballroom Wyndham Panbil Hotel, Batam, Senin (22/6/2026) malam.

Forum kerja sama bilateral tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Sekretaris Jenderal BNPP RI Makhruzi Rahman, Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit S. Widiyanto, Kapolda Kepri, serta delegasi dari Provinsi Riau, Johor, dan Melaka.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Riau sekaligus Ketua Delegasi Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyebut Sosek Malindo sebagai wadah strategis yang telah lama berperan mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah yang memiliki kedekatan geografis, budaya, dan sosial.

“Persidangan ke-22 ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan kebijakan dan program prioritas ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Negeri Johor, Mohd Hairul Anuar bin Bohro, berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang konstruktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Menurutnya, kerja sama yang dibangun mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia hingga hubungan sosial budaya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat membuka persidangan menegaskan bahwa kawasan perbatasan memiliki peran penting sebagai gerbang aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.

“Melalui forum ini, kita dapat memperkuat koordinasi, menyelaraskan program pembangunan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan,” kata Ansar.

Ia berharap hasil pembahasan Sosek Malindo mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah perbatasan, meningkatkan konektivitas antarkawasan, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara menyampaikan selain agenda persidangan, kegiatan juga diisi dengan temu bisnis dan pertemuan antar pelaku usaha Indonesia-Malaysia yang membuka peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, industri, dan jasa.

Pertemuan Sosek Malindo ke-22 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia sekaligus mendorong pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan di kawasan perbatasan.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!