Bengkalis, Anambasnews.com – Bupati Bengkalis, Kasmarni, secara resmi meluncurkan buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II. Buku ini memuat kisah hidup, jejak dakwah, keteladanan, dan perjuangan para tokoh agama yang memiliki jasa besar dalam menyebarkan syiar Islam serta membina kehidupan beragama di Negeri Junjungan. Acara peluncuran digabungkan secara luring dan daring di Aula Bappeda Bengkalis, Selasa (12/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menegaskan bahwa penerbitan buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan bentuk warisan intelektual sekaligus spiritual yang sangat berharga bagi masyarakat Bengkalis, khususnya generasi penerus. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, namun juga kemajuan karakter, akhlak, dan kualitas spiritual warganya.
“Para ulama telah menjadi pelita yang menerangi jalan hidup umat. Mereka membimbing masyarakat dengan ilmu pengetahuan, kesabaran, dan keteladanan. Kehadiran buku ini menjadi pengingat bahwa kemajuan peradaban Bengkalis juga dibangun di atas perjuangan para tokoh agama yang tak kenal lelah,” ujar Kasmarni.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyusun, editor, keluarga besar ulama, serta pihak-pihak yang telah membantu melengkapi data dan informasi sejarah. Buku ini disusun sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap jasa para ulama yang turut menjaga nilai-nilai Islam serta memperkuat identitas budaya Melayu yang religius di wilayah ini.
“Tokoh-tokoh yang tercatat dalam halaman buku ini bukan hanya berdakwah di mimbar, tetapi mereka juga berperan sebagai pendidik, panutan, hingga pemersatu umat. Jejak pemikiran dan perjuangan mereka menjadi pondasi kuat bagi keharmonisan masyarakat Bengkalis hingga saat ini,” tambahnya.
Kasmarni berharap karya tulis ini dapat tersebar luas dan menjadi bahan bacaan inspiratif di lingkungan sekolah, pesantren, majelis taklim, hingga di tengah masyarakat umum. Nilai-nilai luhur yang diteladani para ulama diharapkan terus hidup dan diterapkan oleh generasi muda dalam membangun kehidupan yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.
“Semoga buku ini menjadi sumber motivasi dan jembatan kecintaan kita terhadap para ulama. Mari kita teladani jejak perjuangan mereka dan teruskan nilai kebaikan yang telah mereka tanamkan di bumi Bengkalis,” pesannya.
Momen peluncuran ditandai dengan penandatanganan buku secara simbolis oleh Bupati Kasmarni serta sesi foto bersama dengan perwakilan keluarga ulama yang profilnya dimuat dalam publikasi tersebut. Terbitnya jilid kedua ini semakin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam merawat sejarah dan menghargai peran ulama sebagai pilar utama pembentukan masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Amrizal, menyampaikan bahwa secara keseluruhan, buku jilid I dan II telah mendokumentasikan riwayat hidup sebanyak 66 tokoh ulama. Angka ini membuktikan bahwa Bengkalis memiliki kekayaan sejarah keagamaan yang luar biasa dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
“Ulama Bengkalis tidak hanya berkiprah di bidang dakwah semata, namun juga menjadi pelopor di sektor pendidikan, sosial kemasyarakatan, bahkan turut andil dalam perjuangan melawan penjajah. Ini membuktikan besarnya kontribusi mereka bagi kemajuan daerah,” ungkap Amrizal.(*Suryani)













