Batam

BP Batam-PT ABH: Atasi Stress Area Lewat Peningkatan Suplai dan SCADA

11
×

BP Batam-PT ABH: Atasi Stress Area Lewat Peningkatan Suplai dan SCADA

Sebarkan artikel ini
BP Batam Bersama PT ABH menggelar rakor Suplai Air Bersih, (Foto: BP Batam)

Batam, Anambasnews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT ABH memberikan perhatian penuh terhadap penanganan wilayah stress area atau kawasan yang mengalami gangguan tekanan air.

Dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3/2026), kedua pihak membahas sejumlah upaya strategis untuk mengoptimalkan suplai air kepada masyarakat. Salah satu langkah utama yang diambil adalah peningkatan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik.

Langkah ini akan berdampak pada peningkatan total kapasitas suplai yang tersedia, dari sebelumnya 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik. Peningkatan ini sekaligus memungkinkan pengalihan (switching) suplai air ke wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekurangan tekanan.

“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujar Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana.

Selain peningkatan kapasitas, Iyus juga menjelaskan upaya lain yang dilakukan, yakni program perkuatan jaringan distribusi jalur pipa DK12. Pipa ini menyuplai beberapa kawasan yang selama ini mengalami persoalan tekanan air rendah, antara lain daerah Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah.

Melalui perkuatan jalur tersebut, Iyus memastikan suplai air dari pipa induk akan lebih stabil dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, BP Batam dan PT ABH juga menyinggung penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Sistem teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.

Melalui SCADA, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif. Penerapan sistem ini juga diharapkan dapat mendorong pengelolaan sistem distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.

“Saat ini, kami sedang menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif juga telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala pada suplai ke masyarakat,” pungkas Iyus.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *