BatamKepri

PWI Kepri Dukung Ramon Damora, Lahirkan Akademi Raja Ali Kelana

15
×

PWI Kepri Dukung Ramon Damora, Lahirkan Akademi Raja Ali Kelana

Sebarkan artikel ini
Ramon Damora terima penghargaan dari Gurindam Kosmopolitan Rampai Esai Budaya, (Foto: Istimewa)

Batam, Anambasnews.com – Dunia literasi dan kebudayaan Kepulauan Riau kembali bergairah dengan peluncuran buku “Gurindam Kosmopolitan (Rampai Esai Budaya)” karya budayawan dan jurnalis senior Ramon Damora. Acara yang berlangsung meriah di Aula Kampus STIE Galileo, Kamis, 27 November 2025 malam, juga menandai pembentukan Akademi Raja Ali Kelana oleh PWI Kepri, sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem literasi dan kebudayaan di daerah.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri Marganas Nainggolan, Ketua PWI Batam Kavi Ansyari, akademisi STIE Galileo, dan para sahabat Ramon Damora.

Ramon Damora menyampaikan rasa syukur atas terbitnya buku ini. “Buku ini hadir berkat dukungan Dinas Pariwisata Pemko Batam. Sikap Melayu terbaik hari ini adalah sikap kosmopolitan, terbuka pada peradaban dunia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa profesi wartawan budaya yang ia geluti membuka cakrawala yang lebih luas. “Liputan saya banyak di event kebudayaan, dan dari situlah saya melihat dunia. Semoga buku ini menjadi pintu bagi lahirnya lebih banyak karya, bukan hanya dari saya, tapi juga dari kawan-kawan wartawan lainnya,” harapnya.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menyebut Ramon sebagai sosok istimewa di dunia jurnalistik Kepri. “Beliau ini langka, menjaga api budaya di tengah profesi yang tidak populer. Dedikasinya patut diapresiasi,” kata Saibansah.

Marganas Nainggolan, wartawan senior dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, memberikan semangat penuh. “Ramon tidak kesepian. Kami selalu ada di samping Anda. Teruslah berjuang,” ujarnya.

Sahabat Ramon, Dr. Suyono S.E., M.M., akademisi UIB, menyebut buku ini sebagai “perjalanan panjang seorang penenun makna” yang memiliki kedalaman filosofis dan berdiri di atas pondasi pengalaman. Suyono bahkan membacakan puisi khusus untuk Ramon, yang disambut aplaus meriah.

Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata mengaku terkesan dengan kualitas karya Ramon. “Gurindam bukan karya yang mudah dibuat. Buku ini pasti dipikirkan kata per kata. Jangan berhenti di sini, banyak yang menunggu karya berikutnya,” ucapnya.

Pembentukan Akademi Raja Ali Kelana di bawah PWI Kepri menjadi momentum penting dalam pertemuan ini. Forum ini akan menjadi wadah diskusi, kajian, dan pembinaan literasi di kalangan wartawan dan masyarakat.

Profil Singkat Ramon Damora

. Lahir: Muara Mahat, Kampar, Riau, 2 April 1978
. Karya Puisi: Bulu Mata Susu, Soneta Anai-anai, Benang Bekas Sungai
. Puisi dimuat di berbagai media nasional dan antologi
. Karyanya diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Perancis
. Pengajar tamu Bahasa Melayu di INALCO–Sorbonne, Paris (2015)
. Peraih Anugerah Jembia Emas 2020 kategori Seniman/Budayawan
. Kini bermukim dan aktif berkarya di Batam

(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *