ANAMBASNEWS.COM – Upaya menjaga stabilitas dan ketertiban di kawasan strategis, termasuk objek vital nasional, menjadi latar belakang pelaksanaan simulasi pengamanan di Matak Base, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, pada hari Jumat, 19 September 2025.
Simulasi tersebut menggambarkan aksi unjuk rasa warga yang memanas dan berujung pada kerusuhan. Massa menuduh perusahaan migas kurang memprioritaskan tenaga kerja lokal, bahkan ada pekerja yang diberhentikan secara sepihak.
Terjadi bentrokan antara massa dan aparat kepolisian. Aksi saling pukul, lemparan gas air mata, dan molotov mewarnai jalannya demonstrasi. Akibatnya, lima orang menjadi korban, baik dari warga maupun aparat.
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menjelaskan bahwa aksi tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan latihan pengamanan objek vital nasional. “Matak Base ini merupakan objek vital nasional yang mendukung program swasembada energi Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Simulasi ini melibatkan 120 personel gabungan, terdiri dari 90 anggota Polres Anambas yang didukung oleh Lanudal Matak dan Koramil Palmatak. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi antarinstansi.
Kapolres berharap latihan semacam ini tidak akan pernah terjadi dalam kondisi nyata. Menurutnya, pengamanan objek vital adalah bentuk kepedulian dan komitmen untuk menjaga stabilitas di wilayah strategis.
Sementara itu, Senior Manager Field Relations and Security Offshore Medco Energi, Ary Dwipermana, menegaskan bahwa latihan ini penting untuk memastikan semua pihak siap menghadapi berbagai kemungkinan di wilayah yang berstatus Obvitnas.
“Medco Energi percaya bahwa keamanan yang terjaga adalah kunci keberhasilan operasi migas. Oleh karena itu, kami akan selalu berdiri di garda terdepan demi ketahanan energi nasional dengan penuh tanggung jawab,” tegas Ary Dwipermana.(*Ak)













