BengkalisInfotorial

Bupati Bengkalis Harap Program Konservasi Mangrove Aramco Berlanjut ke Fase Ketiga

94
×

Bupati Bengkalis Harap Program Konservasi Mangrove Aramco Berlanjut ke Fase Ketiga

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, menghadiri acara program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat dari Aramco Senin, 19/5/2025. (Foto : Suryani/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM, Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, menyampaikan harapan agar program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat dari Aramco Asia Singapore dapat dilanjutkan ke fase ketiga.

Harapan tersebut disampaikan Johansyah saat menutup secara resmi Projek Konservasi Mangrove fase kedua oleh Aramco Asia Singapore, yang digelar pada Senin, 19 Mei 2025 di Sekretariat Kelompok Paghet Seghagah, Kelurahan Kelapapati, Bengkalis.

Kegiatan penutupan ini diwarnai dengan penyambutan adat khas masyarakat Negeri Junjungan, berupa tabuhan kompang, atraksi pencak silat, dan pantun. Penyambutan meriah tersebut diberikan kepada perwakilan Aramco Asia Singapore, Patsy Koh, serta Manager Forest and Coastal Programme dari Global Environment Centre (GEC), Nagarajan Rengasamy, bersama rombongan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan Johansyah Syafri, Pemkab Bengkalis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aramco Asia Singapore, GEC, Yayasan Gambut (YG), serta LSM Bahtera Melayu yang telah berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui konservasi mangrove.

“Program ini membawa dampak positif, tidak hanya dari segi pelestarian lingkungan dan pemulihan iklim, tapi juga berdampak ekonomi bagi masyarakat. Mangrove menjadi rumah bagi berbagai biota laut seperti kerang, kepiting, dan siput,” kata Johansyah.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas peduli mangrove, serta pelibatan generasi muda seperti mahasiswa dan pelajar dalam kegiatan konservasi, agar edukasi tentang lingkungan terus berjalan.

Johansyah mengungkapkan bahwa abrasi di Pulau Bengkalis mencapai 59 hektar per tahun, sedangkan sedimentasi hanya sekitar 16,5 hektar per tahun. Oleh sebab itu, penghijauan pantai dengan mangrove sangat penting dalam mengatasi abrasi.

Sementara itu, Patsy Koh dari Aramco Asia Singapore menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemkab Bengkalis. Ia mengungkapkan pihaknya merasa terhormat dapat menjalankan program konservasi ini di Bengkalis dan menyatakan kesiapan melanjutkan ke fase ketiga, sesuai harapan pemerintah daerah.

“Kami hadir bukan hanya untuk menghadapi abrasi, tapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan,” ujar Patsy.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LSM Bahtera Melayu, Defitri Akbar, menilai kegiatan konservasi dan restorasi ini merupakan investasi penting bagi masa depan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melanjutkan program ini demi mewujudkan Bengkalis sebagai daerah hijau dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Aramco Asia Singapore secara simbolis menyerahkan bibit mangrove kepada komunitas mangrove yang hadir. Acara ditutup dengan peninjauan lokasi dan penanaman bibit mangrove secara langsung di kawasan Kelompok Paghet Seghagah Kelapapati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari berbagai OPD Kabupaten Bengkalis seperti Dinas Lingkungan Hidup, Disdagperin, Dinas Ketapang, Bappeda, Diskominfotik, serta Camat Bengkalis, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Kepala Desa Kelapapati, LAM-R Bengkalis, dan tamu undangan lainnya.(Suryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *