ANAMBASNEWS.COM, Lingga – Suasana pesta pernikahan yang semula penuh suka cita di Desa Baran, Dusun II Tajur Resun, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, mendadak berubah mencekam pada Minggu, 6 April 2205.
Sekitar pukul 11.45 WIB, pelabuhan tambatan perahu yang menjadi akses utama keluar-masuk Pulau Tajur Resun Baran tiba-tiba ambruk ke laut saat para tamu hendak pulang usai menghadiri resepsi pernikahan dan acara khataman Al-Qur’an.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh warga di media sosial, terlihat momen mengerikan saat sejumlah orang terjatuh bersamaan dengan robohnya struktur pelabuhan kayu tersebut. Diduga, ambruknya pelabuhan disebabkan oleh kondisi tiang penyangga yang sudah keropos dan tak mampu menahan beban dari kerumunan orang yang memadati satu titik.
“Awalnya semua berlangsung normal. Tapi saat para tamu ingin pulang dan berkumpul di pelabuhan, tiba-tiba saja bangunannya ambruk,” ujar salah seorang warga yang menjadi saksi mata.
Menurut penuturan warga lainnya, pelabuhan tersebut dibangun sekitar 14 tahun lalu melalui kerja sama gotong royong antara masyarakat Desa Baran dan Tajur Resun. Selama ini, pelabuhan itu menjadi satu-satunya jalur utama untuk keluar dan masuk pulau.
Kepala Desa Baran, Indra Gunawan, membenarkan adanya sejumlah korban luka, sebagian besar adalah ibu-ibu yang mengalami luka gores akibat terjatuh ke air.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Beberapa orang mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat,” jelas Indra.
Insiden ini sempat memicu kepanikan di kalangan tamu undangan. Jeritan dan tangisan terdengar saat kerabat dan keluarga melihat orang terdekat mereka ikut jatuh bersama bangunan tambatan perahu yang ambruk.
Warga bersama aparat desa bergerak cepat mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas medis untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kelayakan struktur pelabuhan tersebut, serta apakah akan ada langkah renovasi atau pembangunan ulang dari pemerintah.(Suharman)













