BeritaBintanSosial dan Ekonomi

Pemkab Bintan dan Japfa Group Berkolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

53
×

Pemkab Bintan dan Japfa Group Berkolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, melihat produk makanan yang di jual masyarakat Bintan. (Foto: Alek/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM, Bintan – Pada Desember 2024 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan telah menandatangani Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group). Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bintan, baik dari segi kesehatan jasmani maupun rohani.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk pengembangan perumahan dan permukiman sehat, peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang produktif serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Selain itu, program ini juga berfokus pada upaya menekan angka stunting di wilayah Bintan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, S.P.W.K., dalam sambutannya saat itu menegaskan bahwa masalah stunting harus menjadi prioritas utama dan segera diatasi bersama.

Salah satu upaya untuk mengatasi stunting adalah dengan memastikan ketersediaan pangan sehat yang kaya akan protein, terutama dari produk pangan asal hewan seperti daging dan telur ayam di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sebagai daerah yang memiliki sektor peternakan yang berkembang pesat, Bintan saat ini mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya daging dan telur ayam.

Bahkan, hasil produksi peternakan di Bintan tidak hanya dikonsumsi secara lokal, tetapi juga dipasarkan hingga ke Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, drh. Iwan Berri Prima, memberikan tanggapannya terkait perkembangan sektor peternakan ayam di daerah tersebut.

Dalam pertemuan tatap muka di sekitar Pasar Barek Motor, Kelurahan Kijang Kota, Rabu, 29 Januari 2025. ia menyampaikan bahwa jumlah lokasi peternakan ayam di Bintan mengalami peningkatan.

“Kalau jumlah lokasi tentu Alhamdulillah meningkat, tetapi kami berharap masyarakat yang memiliki peternakan ayam dapat melaporkannya ke DKPP. Meskipun peternakan ayam dengan kapasitas di bawah 50 ribu ekor per kandang tidak wajib memiliki izin, tetap harus ada pelaporan ke DKPP,” ujar drh. Berri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Bintan Timur (Bintim) terdapat puluhan peternak mandiri serta dua perusahaan peternakan ayam.

Berdasarkan data tahun 2024, total populasi ayam di Bintan mencapai 1.076.756 ekor dengan kapasitas produksi yang terus meningkat di setiap siklus.

Dengan pertumbuhan sektor peternakan yang pesat serta adanya kerja sama dengan Japfa Group, diharapkan Bintan dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan kesehatan gizi.(Alek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *