AnambasPendidikan dan Kesehatan

Pengalaman Pahit Ketua KPPAD Anambas Pergoki Pelajar sedang Memadu Kasih

78
×

Pengalaman Pahit Ketua KPPAD Anambas Pergoki Pelajar sedang Memadu Kasih

Sebarkan artikel ini
Ketua KPPAD Anambas, Ronald Sianipar, Minggu 1/12/2024. (Foto: Anwar/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Anambas Ronald Sianipar mempunyai pengalaman pahit.

Ronald menceritakan dirinya pernah memergoki pelajar yang sedang memadu kasih di atas kuburan di kawasan Bukit Tengkorak, Kecamatan Siantan.

“Kejadiannya baru-baru ini. Ada empat pasangan, tapi beda hari,” ujar Ronald Sianipar, Minggu, 1 Desember 2024.

Kala itu, ia bersama rekannya sedang menjalankan hoby berburu. Tiba di daerah yang ada kuburan cina, ia mendapati sepasang kekasih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang berbuat asusila.

“Tak sengaja melihat ada pasangan pelajar yang sedang berhubungan badan. Untung tidak tertembak. Biasa hewan buruan kami, sering baring di atas kuburan cina,” kata Ronald.

Ketika mendapati pelajar sedang bercinta, Ronald lalu meminta sepasang kekasih itu untuk segera menggunakan pakaiannya. Lalu, diberi peringatan keras.

“Dia menangis jangan sampai ngadu ke guru dan orang tua. Karena kita kasihan, ya kita berikan pemahaman dan mereka buat video pernyataan bahwa tidak mengulang lagi,” tutur Ronald.

Dari empat pasang yang ia temukan, rata-rata sepasang kekasih itu mengaku tidak memiliki uang untuk membayar sewa kamar.

Meskipun ada duit untuk menyewa kamar, Ronald menegaskan hubungan seks diluar nikah tidak layak dilakukan bagi kalangan pelajar.

Ia menduga sudah sering pasangan sejoli dibawah umur berbuat asusila di atas kuburan. Karena, selama ini dirinya telah mendapati empat pasangan.

“Mungkin dari mulut, kemulut. Kalau disana (bukit tengkorak) bebas untuk melakukan hal yang tak semestinya karena kurang terjangkau oleh siapapun,” tutur Ronald.

KPPAD telah berkordinasi dengan aparat penegak hukum maupun aparat penegak peraturan daerah (perda) untuk terus rutin melaksanakan patroli dikawasan yang rawan untuk dijadikan tempat maksiat.

“Saya sudah bilang sama petugas, kalaupun banyak motor ditepi jalan. Pasti ada orangnya sedang melakukan maksiat. Ya saya minta patroli secara rutin,” tegas Ronald.(Burhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!