AnambasPendidikan dan Kesehatan

Pemkab Anambas Raih Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan

27
×

Pemkab Anambas Raih Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Bupati Anambas, Abdul Haris terima penghargaan predikat UHC dari BPJS Kesehatan di Jakarta, Kamis, 8/8/2024. (Foto: dok. Diskominfo Anambas)

ANAMBASNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas meraih penghargaan predikat Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan, Kamis, 8 Agustus 2024 di Jakarta.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, memberikan penghargaan kepada kepala daerah dari 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota di Indonesia yang telah berhasil meraih predikat Universal Health Coverage (UHC).

Penghargaan ini diberikan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, kepada kepala daerah dari 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota di Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendaftarkan penduduknya pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung Program JKN.

Ia menekankan bahwa pencapaian UHC, khususnya di Anambas, adalah bukti nyata komitmen negara dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Pencapaian ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara BPJS Kesehatan, kementerian/lembaga, dan seluruh pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus mendorong agar setiap penduduk yang berada di wilayahnya terdaftar sebagai peserta aktif dalam Program JKN,” ujar Ma’ruf Amin.

Wapres juga menegaskan bahwa pemerintah pusat, daerah, dan fasilitas kesehatan harus memastikan bahwa setiap warga negara dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya dan lokasi.

Selain penghargaan nasional, Indonesia juga mendapat pengakuan internasional dari International Social Security Association (ISSA). Penghargaan ini diserahkan oleh Presiden ISSA, Mohammed Azman, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai UHC.

“UHC sangat penting untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas, yang sejalan dengan prinsip kami,” ungkap Mohammed Azman.

Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia di kancah global sebagai negara yang serius dalam perlindungan jaminan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh kepala daerah atas kesuksesan Program JKN.

Ghufron menjelaskan bahwa pencapaian UHC di berbagai daerah merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program JKN. Per 1 Agustus 2024, jumlah peserta JKN telah mencapai 276.520.647 jiwa, atau 98,15 persen dari total penduduk di Indonesia.

“Pencapaian ini bukan hanya tentang jumlah kepesertaan, tetapi juga memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan,” jelas Ghufron.

Untuk memastikan akses layanan kesehatan tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.205 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.129 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga memberikan pelayanan bagi masyarakat di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) serta di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui kerja sama dengan rumah sakit terapung.

Ghufron menambahkan bahwa sejak awal pelaksanaan Program JKN, BPJS Kesehatan terus mengalami peningkatan, baik dari sisi penerimaan iuran maupun pemanfaatan layanan.

Pada tahun 2023, BPJS Kesehatan menerima iuran sebesar Rp151,7 triliun dengan kolektibilitas iuran mencapai 98,62%. Dari jumlah tersebut, Rp34,7 triliun telah digelontorkan untuk membayar pelayanan kesehatan pada 29,7 juta kasus penyakit berbiaya katastropik.

“Penting untuk melakukan deteksi dini dalam rangka mengendalikan angka penderita penyakit berbiaya katastropik. Lebih cepat diketahui, lebih cepat penanganannya,” tegas Ghufron.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan berbagai inovasi, salah satunya adalah Aplikasi Mobile JKN, yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan administrasi dan fasilitas kesehatan.**

Editor : Sarwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *